fbpx

Tidak Diajarkan Di Sekolah, Tapi Soft Skill Ini Mampu Membentuk Karakter Anak…….Patut Dicoba

Karakter kepribadian (soft skills) menjadi unsur yang sangat penting untuk mencapai keberhasilan.

Bekal pendidikan anak tidak dapat bergantung hanya dari bangku sekolah saja. Benar, kurikulum di sekolah hampir semuanya diisi dengan mata pelajaran ilmu pengetahuan, dengan harapan anak didik dapat menjadi seseorang yang pandai. Namun ada yang sama pentingnya dengan kecerdasan, yang juga dapat mendukung masa depan baik bagi anak, yaitu karakter kepribadian atau soft skills.

Pada banyak bidang pekerjaan, soft skills justru menjadi penentu apakah seseorang akan diterima bekerja atau tidak. Karena sedemikian pentingnya, Bunda bertanggung jawab untuk mengajarkan dan sekaligus mempraktikkannya bersama anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. Inilah penjelasan selengkapnya:

  1. Apakah itu soft skills?

Ini adalah kemampuan seseorang menjadi pribadi yang dapat diBundalkan dan sekaligus bisa bekerjasama dengan orang lain secara efektif dan kompak. Hal ini mencakup. Kemampuan komunikasi, hubungan antar manusia, membuat keputusan dan belajar sepanjang hayat.

  1. Menyampaikan pendapat atau gagasan dengan jelas

Perkenalkan sebanyak mungkin kosakata baru pada anak dan gunakan dalam percakapan sehari-hari. Ajak anak berdiskusi tentang alam sekitar, membaca bersama artikel-artikel ilmiah atau apa saja yang menarik baginya. Sesuaikan bahan diskusi dengan usianya. Sewaktu anak-anak sering mendengar banyak kosakata baru, dia akan menggunakannya dalam percakapan sehari-hari.

  1. Mendengar

Sewaktu mendengar, seseorang akan dapat memahami lawan bicaranya dengan jelas dan dapat menghilangkan kesalahpahaman. Cara mengajarkan yang paling efektif adalah melalui contoh. Cobalah lebih banyak mendengar dan bertanya sewaktu meluangkan waktu dengan anak. Mendengar dengan baik termasuk kemampuan untuk bertanya. Biarkan anak-anak bertanya apa saja dan berikan jawaban yang tepat, jangan pernah meremehkan pertanyaan mereka.

  1. Bekerja dalam tim

Hampir tak seorang pun akan bekerja sendirian dalam hidupnya, selalu ada orang lain yang membantu dan bekerja bersamanya. Lalu apa yang perlu Bunda lakukan untuk melatih anak dalam konsep ‘team work’? Mulailah dengan tugas kebersihan di rumah secara bersama-sama. Libatkan anak-anak dalam permainan sepak bola atau apapun yang memerlukan kerjasama tim. Sesuai dengan usianya, lambat laun mereka bisa dilibatkan dalam proyek-proyek yang lebih besar seperti pengumpulan bantuan untuk warga manula dan lain sebagainya.

 

Menyelesaikan masalah dan membuat keputusan

Dalam memecahkan masalah istilah 4W1H, yaitu What, Why, Where, When danHow. Ketika pertanyaan-pertanyaan ini dijawab maka masalahnya menjadi jelas, dengan demikian lebih mudah mencari solusinya. Sewaktu sebuah keputusan telah dibuat dan disepakati, maka semua yang terlibat harus melakukannya dan tidak boleh ada kasak-kusuk di belakang. Praktikkan langkah ini untuk memecahkan masalah dalam keluarga.

  1. Membuat rencana dan eksekusinya

Sebuah pepatah mengatakan, ‘plan your work, work your plan‘. Mulailah memberitahukan kepada anak-anak apa yang Bunda rencanakan di hari itu dan di malam hari ceritakan apa yang terjadi dengan rencana-rencana Bunda tadi. Setelah mereka sekolah, mulailah membuat jadwal harian dan menjalankannya. Periksa apa yang sudah berjalan baik dan mana yang terkendala lalu membahas solusi untuk mengatasinya.

  1. Membangun rasa percaya diri

Usahakan untuk tidak mencela apa pun yang dilakukan anak Bunda. Bila salah, beri pengertian apa yang seharusnya dilakukan dan tidak berfokus pada kesalahan yang diperbuatnya. Hindari menyalahkan, apalagi mempermalukan mereka di depan umum. Berikan lebih banyak pujian atas perbuatan baik sekecil apapun.

  1. Konsep belajar sepanjang hidup

Berikan contoh bahwa Bunda terus membaca dan belajar. Berjam-jam di depan TV atau gadget berlawanan dengan asas belajar sepanjang hidup. Buatlah proyek bersama mencari tahu sesuatu, misalnya ‘mengapa pesawat bisa terbang?’, dan penemuan-penemuan menarik lainnya.

Kegigihan Bunda mengajarkan soft skill akan mempersiapkan masa depan yang baik bagi anak. Nah, cara yang paling efektif adalah melalui contoh yang Bunda lakukan setiap hari.

 

©2019 Madu Gizidat. Beautiful Creation by Geraima