Tujuh Obat Alami Sakit Tenggorokan yang Terbukti Ampuh…..Penting No.3

Hasil gambar untuk lemon

Ada banyak obat alami sakit tenggorokan yang bisa dengan mudah didapat di sekitar kita. Banyak diantaranya yang mungkin saat ini sudah Anda punya di rumah, seperti madu, jeruk lemon, ataupun garam. Mengobati sakit tenggorokan dengan bahan-bahan ini sama baiknya dengan menggunakan obat modern, kecuali jika sakit tenggorokan yang diderita merupakan komplikasi berat. Obat alami ini akan mampu meredakan sakit tenggorokan Anda perlahan-lahan hingga sembuh total tanpa perlu khawatir efek sampingnya, baik jangka pendek ataupun jangka panjang, terutama pada kesehatan liver dan ginjal.

Penyebab sakit tenggorokan sangatlah bermacam-macam. Kebanyakan diantaranya disebabkan oleh penyakit infeksi kuman ataupun alergi. Infeksi kuman pada tenggorokan yang paling sering terjadi adalah disebabkan oleh virus, sehingga tidak dibutuhkan antibiotik untuk melawan penyakit ini, melainkan cukup dengan obat alami sakit tenggorokan saja (antibiotik hanya untuk melawan bakteri).

Daftar Obat Alami Sakit Tenggorokan yang Dapat Anda Coba

Sakit tenggorokan rasanya memang sangat mengganggu, membuat aktivitas sehari-hari terasa tidak nyaman. Kadang penyakit ini datang dengan tiba-tiba, kadang juga muncul perlahan didahului kondisi kesehatan yang menurun. Untungnya kebanyakan sakit tenggorokan tidak membutuhkan pengobatan yang serius, sehingga obat alami dapat dijadikan alternatif. Daftar obat alami sakit tenggorokan di bawah ini ditujukan untuk menghilangkan gejala sakit tenggorokan, namun ada pula yang membantu tubuh melawan infeksi kuman.

  • Jeruk Lemon

Jeruk lemon sangat kaya manfaat, mulai sebagai antioksidan, mengobati gangguan asam lambung, mencegah sesak nafas, dan juga bisa dimanfaatkan untuk mengobati sakit tenggorokan secara alami. Kandungan astringen di dalam buah lemon dapat meredakan dan mengobati sakit tenggorokan. Cara pemanfaatannya mudah, yaitu campurkan 1 sendok teh air perasan lemon ke dalam segelas air matang. Perasan air lemon dapat membantu meredakan inflamasi dan membantu membunuh kuman-kuman di tenggorokan. Selain itu juga ampuh menghilangkan lendir pada tenggorokan sama seperti jeruk nipis, yang mana biasanya tenggorokan akan segera terasa lega begitu dahak dapat dikeluarkan

  • Cengkeh

Cengkeh atau cengkih juga dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal sakit tenggorokan. Cara pemanfaatannya cukup mudah, Anda hanya membutuhkan 1-3 sendok teh cengkeh bubuk dan segelas air matang. Campurkan cengkeh kedalam air, lalu gunakanlah untuk berkumur. Cengkeh mempunyai sifat antibakteri dan anti radang yang dapat membantu meredakan sakit tenggorokan. Cengkeh bubuk dapat dibeli di pasar tradisional ataupun toko obat tradisional. Jika tidak tersedia dalam bentuk bubuk maka yang masih utuh pun bisa dimanfaatkan, namun perlu ditumbuk dahulu supaya nutrisinya dapat larut ke dalam air.

  • Madu

Madu dipercaya dan telah diteliti mengandung sifat antibakteri, antivirus, dan antijamur yang tentunya dapat membantu tubuh melawan infeksi kuman di tenggorokan, oleh karenanya cocok untuk mengobati panas dalam maupun jenis sakit tenggorokan lainnya. Cara meminumnya mudah, campurkan satu sendok makan madu dengan segelas air hangat (jangan air panas karena akan merusak nutrisi madu). Bila suka, Anda juga dapat coba mencampurnya dengan air teh atau perasan lemon. Konsumsi secara teratur sehari 2-3 kali hingga sakit tenggorokannya sembuh.

Hasil gambar untuk madu gizidat

  • Garam

Larutan garam merupakan obat kumur alami sakit tenggorokan yang sudah lama populer di seluruh dunia. Bahan yang dibutuhkan adalah 1 gelas air putih hangat dan garam sebanyak 1/4 sendok teh. Gunakan air matang yang hangat, sehangat yang bisa Anda jadikan air kumur. Perlu diingat, penggunaan air dingin tidaklah efektif. Anda juga dapat menambahkan 1 sdm Listerine untuk membantu membunuh kuman. Larutan ini dijamin dapat membantu meredakan sakit tenggorokan karena dapat menghilangkan dan menetralkan asam di tenggorokan, meredakan sensasi nyeri dan terbakar pada tenggorokan serta membantu penyembuhan saluran tenggorokan Anda. Hanya saja perlu diingat bahwa larutan ini untuk berkumur, bukan ditelan.

Kenapa Ayah Bunda yang Harus Mengajarkan Sholat Pada Anaknya? Agar Pahalanya Mengalir Terus

Hasil gambar untuk anak diajari sholat

Sholat adalah salah satu kewajiban dalam agama islam. Dan sebaiknya orang tua lah yang harus mengajarkan sholat pada anaknya.

Kenapa? Agar pahalanya mengalir terus kepada orang tua.

Kok bisa? Ya, bisa. Karena salah satu amal jariyah yang tidak akan terputus adalah ilmu yang bermanfaat. Nah, kalau orang tua mengajarkan ilmu tentang sholat pada anak, maka pahalanya akan mengalir terus bukan?

Lalu gimana caranya mengajarkan sholat pada anak? Saya kutip dari berbagai sumber, Ayah Bunda bisa melakukannya dengan cara ini:

7 Cara Mengajar Untuk Anak Shalat Menurut Peringkat Umur

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnyya, pribahasa ini bisa kita jadikan untuk mengajar anak belajar menunaikan sholat dari ayunan.

Didalam konteks bimbingan pertama untuk anak-anak,kita bertanggungjawab untuk mengajar anak untuk sholat ialah salah satu amanah yang sangat penting dan berat bagi orang tua. Mengajar dan mendidik anak untuk sholat tidak semudah kita mengajarkan anak ABC dan 123.

kita bertanggungjawab atas hal besar ini dan pasti hadir berbagai ujian dan cobaan ini memerlukan ibu bapak yang bijaksana.

1) Ibu bapak teladan yang baik.

Ibu bapak ialah teladan yang terbaik dan terdekat untuk diikuti oleh anak.bapak yang slalu pergi ke masjid,mamanya yang slalu siap,ketika mendengar adzan dan mengatakan pada anak untuk sholat berjema’ah yaitu teladan yang terbaik untuk anak-anak bapak ibu sekalian.

2) Untuk Umur anak 0 – 2 tahun Wujudkan suasana yang shaleh shalehah

Biarpun anak-anak ketika kecil,tiada faham dan mengerti,tapi lingkungan yang senang dan shalehah akan menjadikan suasana biasa.Dia terbiasa melihat ibu dan bapaknya shalat tepat waktunya,shalat berjama’ah,dan tau tentang adzan dan mendengarkan bacaan ayat-ayat al-qur’an.

Berkata-lah dengan kata menyenangkan dan juga bercerita dengan sianak,contohnya ” Tunggu disebelah Ayah / ibu ya nak,Ibu mau shalat.” Atau bisa juga ” Terima kasih anakku sayang karena telah tunggu Ayah/ibu shalat.”

Hasil gambar untuk anak diajari sholat

3) Untuk Umur anak 2 – 3 tahun – Ajaklah anak anda

Kita Sebagai ibu ayah tidak perlu merasakan jenuh buat slalu mengajak anak shalat. Biarpun mereka tidak biasa dengan ajakkan kita.Walau mereka hanya mendengarkan dan tiada dikuti, teruslah menyebut tiap kali kita mahu shalat. ”yukk ikut Ummi/Abi shalat!”

4) Untuk Umur anak 4 – 6 tahun – buat apa kita shalat?

Telah tiba waktunya buat ibu ayah berkisah tentang kepentingan shalat pada anak anda. Pencerahan dalam bentuk cerpen bisa memberi gambaran yang bagus dan jelas pada anak.

Katakan pada anak-anak secara sering tentang masjid.Ajaklah anak ke masjid.kenalkan ahklak adab-adabnya,shalat jama’ah,hubungan sosial masyarakat dengan jama’ah yang lain dan lain sebagainya.

Kepada umur ini pula ibu ayah telah bisa mengantar anak ke TK Islamiyah yang mengajarkan anak tentang shalat biarr anak lebih mengerti dan senang untuk shalat.

5) Untuk Umur 7 – 9 tahun – Penekanannya dan tanggungjawab

Ini merupakan tahun pengokohan bagi azas shalat untuk anak.ibu ayah telah menunjukkan teladan,ajakan dan pemahamannya dari sejak lahir.Masa ini anak seharusnya telah tau apa saja yang penting dikerjakan ketika adzan,cara mengambilkan air wudhuk,gerakan shalat dan bacaannya di dalam shalat.

Biarpun tiada lancar dan tidak cermat,sekurang-nya anak telah ada azas.Mencapainya umur 9 tahun,ibu ayah telah mulai dikit tegas dan slalu ingatkan anak untuk shalat.

6) Untuk Umur 10 tahun ke atas – Denda dan hukumannya

Dalam hadist bab shalat,Nabi muhammad Saw membenarkan kita untuk memukul mereka yang tidak shalat waktu ia umurnya 10 tahun.Namun sebelum ayah ibu memukul,adakah kita sudah memberikan pengertian serta teladan yang baik buat anak?

Tiada mudah untuk ibu ayah menjatuhi hukuman dan memukul anaknya.senantiasa kita Semoga menjadi pemimpin yang adil dalam menentukan hukuman dan denda terhadap anak-anak.

7) Yang terakhir Doa

Selalu mengamalkan do’a Nabi Ibrahim As.

Berbagai sistem perlu diajarkan oleh ayah ibu dilingkungan dalam mengajak anak untuk shalat Keterpaksaan dan Kekerasan hanya dapat membuntukan sistem azas pengetahuan shalat mereka.

Agar anak-anak kita dapat mengerjakan shalat lima waktu yang merupakan ibadah yang pertama untuk seorang muslim dan muslimah. Sebagai ayah ibu kita sewajarnya memberikan pendidikan shalat secepat mungkin pada anak-anak kita mengikuti umur mereka.demikianlah tips islami untuk saat ini..terima kasih atas kunjangan sahabat semuanya.

Hasil gambar untuk anak diajari sholat

Apa Dampaknya Bila Anak Laki-Laki Suka Main Boneka? Sebaiknya Bunda BACA Ini, Karena Ini Penting BANGET Untuk Situasi Saat Ini..

Hasil gambar untuk anak laki main boneka

PERHATIKAN! anak laki-laki boleh main boneka tidak sih? Kalau anak perempuan lebih suka mobil-mobilan, ada masalah tidak ya?

Menurut beberapa pakar psikolog anak, ketika seorang anak masih kecil terutama di usia balita, mereka harus sudah mulai diasah daya imajinasinya karena akan mempengaruhi cara berpikirnya di masa depan. Jadi, menurut mereka sebenarnya tidak perlu terlalu mengkotak-kotakan antara anak perempuan dan laki-laki, sebab semakin lama pemikiran mereka semakin berkembang sesuai dengan imajinasi mereka. Anak-anak hendaknya dibiarkan berimajinasi.

Oleh karena itu, penganut aliran ini berpendapat adalah wajar saja bila anak laki-laki suka bermain boneka. Sama halnya dengan anak perempuan yang tidak senang bermain boneka tapi lebih tertarik dengan mobil-mobilan. Mungkin saja anak senang bermain mobil-mobilan karena imajinasinya lebih menyatu dengan lingkungan.

Namun, demikian, orangtua hendaknya tetap mendampingi mereka agar tidak keluar batas ketika berusaha mengembangkan daya kreativitasnya,

Memaksakan anak melakukan permainan yang tidak disukainya tentu juga tidak baik bagi si anak. Misalnya saja seorang anak laki-laki tidak suka bermain mobil-mobilan tapi lebih senang main dengan boneka. Namun sang ibu melarangnya bahkan memarahinya sehingga membuat anak tertekan. Hal itu bisa memengaruhi mental anak ke depannya. Padahal orangtua sebenarnya bisa saja memainkan peran, misalnya memerankan boneka tersebut sebagai atlet atau astronot.

Jadi, misalkan imajinasi anak yang ingin menjadi astronot, maka orangtua bisa mengganti bonekanya dengan boneka astronot atau hal lain yang terkait dengan harapan si kecil.

Tapi perlu diingat, bahwa ketika misalnya seorang anak laki-laki sudah mulai terobsesi ingin mendandani bonekanya, maka orangtua harus bertindak. Di sinilah pentingnya orangtua mendampingi anak di saat bermain. Jadi poin utamanya adalah bagaimana orangtua menyisihkan waktunya untuk mendampingi anak-anak sehingga ketika anak memperlihatkan ada kecenderungan yang negatif, orangtua bisa memberikan pengarahan kepadanya.

Yang penting, orangtua harus bisa meluangkan waktu setiap hari untuk dekat dengan anak. Bila memang sibuk bekerja, luangkanlah waktu di pagi atau malam hari sebelum tidur untuk bermain dengan si kecil. Ingat, pola asuh orangtua lah yang akan membangun karakter, potensi, bakat, dan passion seorang anak nantinya.

Sudah tahukah bahwa mendidik anak laki-laki dan perempuan itu ada bedanya lho.

Kami kutip dari laman ummi-online, bahwa dijelaskan perbedaan mendidik diantara keduanya.

Dibaca yaa..

Sahabat Ummi, anak laki-laki boleh main boneka tidak sih? Kalau anak perempuan lebih suka mobil-mobilan, ada masalah tidak ya?

Gambar terkait

Kenali beberapa perbedaan yang harus diterapkan saat mendidik anak karena beda gender beda penanganan ya, Sahabat Ummi.

1. Aurat

Sejak kecil, ajarkan perbedaan aurat laki-laki dan perempuan. Tanamkan pada mereka, bagian mana saja yang boleh dilihat orang lain. Hal ini berlaku untuk kedua jenis kelamin, berhubung maraknya kekerasan seksual terhadap anak, tanamkan pada mereka bahwa tidak semua orang boleh menyentuhnya di beberapa bagian tubuh. Ajarkan mereka pentingnya menjaga organ vital sejak dini.

Jangan lengah dengan orang-orang yang berada di sekitar anak karena penelitian menunjukkan kejahatan seksual biasanya dilakukan oleh orang-orang terdekat.

Dikutip dari beritajakarta(dot)com, “Berdasarkan kajian, pelaku kekerasan anak dan pelecehan seksual, itu mayoritas orang terdekat. Artinya pelaku bisa dari anggota keluarga sendiri dan teman dekat korban,” ujar Margaretha Hanita, Kepala Bidang Program Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

2. Keamanan fisik

Anak laki-laki lebih suka kegiatan yang berhubungan dengan motorik mereka sehingga mereka lebih senang bergerak dibanding berbicara. Mereka lebih senang diajak perang-perangan atau gulat-gulatan oleh ayahnya. Jangan langsung menganggap kegiatan ini negatif ya, Sahabat Ummi.

Kedekatan ayah anak ini bisa menjadi sarana pembelajaran juga. Caranya dengan mengajak anak bermain gulat-gulatan, kemudian menghentikannya pada saat tertentu, misal ketika dia memukul terlalu keras dan sebagainya. Jelaskan padanya jika efek memukul yang terlalu bersemangat bisa membuat perut sakit atau menyebabkan memar pada tubuh.

Tanamkan pada mereka kebiasaan untuk menghargai lawan jenis sehingga anak tidak tumbuh menjadi orang yang ringan tangan (re : gampang memukul) nantinya.

“Tetapi membiarkan anak-anak tetap aktif dapat membangun karakter, kepercayaan diri, ketahanan, dan kemandiriannya. Luka ringan adalah risiko alami, berilah arahan kepada anak laki-laki Anda untuk sedikit memperlambat aktivitasnya agar tidak berbahaya,” kata Wendy Mogel, Ph.D., penulis The Blessing of a Skinned Knee.

Jika anak laki-laki diperlambat aktivitasnya, anak perempuan harus didorong untuk lebih aktif sehingga karakternya sudah terbentuk dan tidak tumbuh menjadi gadis yang manja dan lemah saat dewasa nanti. Mereka harus dibiasakan untuk mengambil keputusan sendiri sehingga nanti terbiasa mengambil risiko berat dalam hidupnya. Jika ini dibiasakan sejak dini, anak perempuan menjadi lebih mandiri dan lebih percaya bahwa dirinya bisa melakukan hal berat sekalipun.

3. Komunikasi

Anak laki-laki lebih sulit mengungkapkan perasaan sayang atau suka pada orang-orang terdekatnya. Ini tidak ada hubunganny dengan gengsi yang sering melanda anak muda zaman sekarang ya, Sahabat Ummi. Seperti dilansir daridetik health, “Sejak lahir, bayi perempuan cenderung lebih tertarik melihat warna dan tekstur, seperti pada wajah manusia, sedangkan bayi laki-laki ditarik lebih ke gerakan, seperti permainan yang berputar-putar,” kata Dr. Sax.

Hal ini menyebabkan anak perempuan lebih berorientasi pada sinyal nonverbal, seperti ekspresi dan nada suara sedangkan anak laki-laki menjadi memiliki lebih banyak kesulitan untuk menyatakan perasan dengan kata-kata.

Untuk menyiasati ini, coba bangun komunikasi terbuka dengan anak. Hal ini membuat mereka lebih mudah menyampaikan pendapat dan berbagi cerita pada kita nantinya. Jadi saat mereka beranjak remaja, kita akan menjadi sosok pertama yang mereka cari untuk berbagi cerita. Tidak ada lagi ceritanya mereka bingung dan malah mencari pelampiasan yang menyimpang untuk menyelesaikan masalah.

Hasil gambar untuk anak laki main boneka

4. Disiplin

Bukan hal baru jik citra “bandel” lebih identik dengan anak laki-laki. Menerapkan kedisiplinan pada anak laki-laki membutuhkan usaha ekstra karena mereka cenderung tidak peduli dan tidak mendengarkan apa yang orang tuanya katakan. Ternyata hal ini dipengaruhi oleh sensitivitas pendengaran mereka yang jauh lebih rendah dibandingkan anak perempuan.

Sedangkan anak perempuan cenderung memberikan respon yang lebih baik terhadap pujian atau peringatan orang tua yang mengisyaratkan kedisiplinan. Hal ini disebabkan anak perempuan lebih sensitif dan pusat-pusat verbal dalam otaknya berkembang lebih cepat.

Sekalipun menerapkan kedisiplinan lebih mudah pada anak perempuan, patut diingat bahwa menerapkan banyak aturan bisa membuat mereka terkekang bahkan dampak buruknya mereka bisa membangkang dan melawan orang tuanya.

5. Penghargaan terhadap diri sendiri

Perempuan cenderung senang dengan pujian yang dilayangkan padanya. Ternyata ini tidak hanya berlaku untuk perempuan dewasa, Sahabat Ummi. Anak perempuan juga akan lebih terbangun jika sering diberi pujian dan kepercayaan dirinya terbiasa dipupuk sejak kecil. “mengembangkan citra diri yang sehat sangat penting untuk semua anak. Tetapi anak perempuan cenderung tumbuh kurang percaya diri dan lebih aman daripada laki-laki,” kata Carol Gilligan, Ph.D., seorang peneliti gender dan psikolog.

Penghargaan terhadap tubuhnya merupakan sebagian dari harga diri seorang perempuan. Mereka akan memperhatikan citra yang mereka tampilkan di muka umum, “Duh, orang suka gak ya kalo aku pake baju ini?” atau hal-hal semacam itu.

Sementara anak laki-laki cenderung lebih percaya diri dan cuek dengan penampilannya. Mereka tidak akan ambil pusing dengan penilaian orang. Beda dengan anak perempuan yang sensitif dan perasa.

 

Efek Samping Madu Gemuk Anak

Banyak orang galau terutama para bunda di rumah yang ingin memberikan madu penambah berat badan anak dan mencari tahu di google apakah ada efek samping madu gemuk anak itu?

Benar, sebagai orang tua kita patut waspada karena ini menyangkut kesehatan dan nyawa sang buah hati. Meskipun kondisi saat ini terlihat kurus, kering kurang suka makan meski telah apapun dicoba termasuk memberikan makanan kesukaannya.

Nah, seharusnya kita sebagai orang tua mau menyelidiki terlebih dahulu mengapa anak tidak suka makan? ini tentu berkait dengan psikologis sang anak yang tidak doyan makan. Pada artikel cara mengatasi anak susah makan, telah kami jelaskan sebab-sebabnya dan bagaimana cara Anda membuat anak mau makan.

Kembali ke topik utama, adakah efek samping madu gemuk anak?

Ada dan tidak ada. Nah, lo…kok bisa?

Ada jika sumber madu anak yang digunakan untuk diberikan kepada anak adalah madu sembarangan. madu yang kita tidak tahu bagaimana cara memperoleh, menyimpan, kadar air dan kada keaslian termasuk manis alami madu itu sendiri.

Jangan salah bunda, saat ini banyak sekali madu yang beredar yang kita tidak tahu kejujuran penjualnya. Demi meraup uang kadangkala manisnya madu ditambah dengan madu singkong. Coba cari informasinya di google untuk lebih valid.

Sebaiknya untuk mengurangi efek samping madu gemuk anak, Anda bisa memastikan dengan cara :

  1. Apakah madu yang dijual adalah madu ternak, madu hutan atau madu hasil keduanya kemudian dicampur dengan bahan-bahan lain atau tidak.
  2. Apakah produk madu gemuk anak yang dijual sudah didaftarkan di dinas kesehatan untuk meyakinkan kita sebagai konsumen akan kualitas madu gemuk anak tersebut.

Jika produk madu gemuk anak benar-benar berkualitas, maka sangat sedikit ditemukan komplain pelanggan yang menyatakan madu gemuk anak yang dikonsumsi tidak bagus.

MADU GEMUK ANAK GIZIDAT KUALITAS BAGUS TANPA EFEK SAMPING

Agar tidak selalu gelisah dengan polemik efek samping madu gemuk Anak, mari kami perkenalkan Gizidat Madu Gemuk Anak Ekstrak Ikan Sidat, Curcuma Plus Probiotik.

Madu ini adalah Pioner / Madu No. 1 Pertama di Indonesia yang menggunakan bahan baku ikan sidat yang kandungan albumin dan proteinnya lebih baik dibandingkan dengan ikan salmon dan ikan gabus.

Bunda tidak perlu khawatir, Insya Allah Gizidat Madu Gemuk Anak ini tidak memiliki efek samping, karena Gizidat telah mendapatkan sertifikasi dari Dinas Kesehatan dan dinyatakan bahwa produk ini layak untuk dikonsumsi oleh anak-anak usia 1-12 tahun.

Gizidat Madu Gemuk Anak mengandung 4 komponen utama :

  • Madu Hutan / bukan madu ternak. Sehingga kualitas madu lebih baik, kayak akan flora dan organik. Didapatkan dari pedalaman hutan di kalimantan dan sumatra.
  • Curcuma
  • Ekstrak Ikan Sidat
  • Probiotik

Mengapa Menggunakan Ikan Sidat?

karena di dalam ikan sidat mengandung:

  1. vitamin B1, 25 kali lipat susu sapi
  2. vitamin B2, 5 kali lipat susu sapi
  3. vitamin A, 45 kali lipat susu sapi,
  4. kandungan zinc (emas otak) 9 kali lipat susu sapi.
  5. Protein Albumin, Omega 3 , 6, 9 Vitamin B dan Zinc.

Untuk merangsang tumbuh kembang anak terutama agar badan menjadi terlihat gemuk, maka gizidat diberi tambahan unsur temulawak / curcuma yang sudah sejak lama dan secara ilmiah diyakini memiliki efek yang bagus sekali untuk merangsang nafsu makan anak Anda.

Tidak cukup dengan itu, Madu Hutan yang ada di Gizidat juga mengandung probiotik yakni bakteri baik yang berfungsi untuk menyeimbangkan jumlah bakteri yang ada di usus Anak Anda.

Jika hanya terdapat sedikit saja bakteri probiotik yang ada dalam usus sang Anak, bisa dipastikan penyerapan sumber makanan akan menjadi kurang optimal sehingga gizi dan nutrisinya tidak bisa sepenuhnya bisa diserap oleh tubuh.

Sudah banyak testimoni mengenai gizidat ini loh bunda..jadi jangan khawatir mengenai efek samping madu gemuk anak. Asalkan bunda pakai gizidat…

nb : Gizidat madu anak karena mengandung ekstrak ikan sidat hanya tidak diperbolehkan untuk diberikan kepada anak-anak yang menderita alergi terhadap ikan laut dan alergi terhadap putik sari / madu atau ada riwayat semacam itu pada orangtuanya.

Segera Pesan Gizidat Sekarang Juga…………………

Mau Piknik Sama Keluarga? Jangan Tunggu Kaya, Keburu Tua. Pakai “Cara” yang Digunakan Orang Ini. DIJAMIN Bisa Piknik Tiap Bulan

Hasil gambar untuk piknik keluarga

~JANGAN TUNGGU KAYA~

Saya bilang ke istriku, setiap bulan kita akan wisata keluarga. Ini akan menjadi semacam agenda tetap keluarga kami.

Mungkin bagi banyak orang lain ini adalah pemborosan, apalagi secara finansial kami hidup masih pas-pasan.

Saya bahkan tidak pernah punya uang lebih dari sejuta di rekening ku, apalagi tabungan masa depan.

Tapi kawan…

Anak gadis kami sekarang berumur 9 tahun,kalau menunggu cukup uang,saya mungkin akan kaya ketika dia sudah berumur 17 tahun.

Ketika itu terjadi, saya yakin anak gadis kami akan lebih memilih berwisata dengan kawan-kawan sekolah atau kampusnya. Kalaupun ikut wisata keluarga, dia akan ikut dengan terpaksa. Tidak seperti sekarang, dia dengan sangat semangat menunggu acara wisata keluarga kami.


Jadi Saya Tidak menunggu Kaya…..

Demikian juga dengan si tengah dan si bungsu. Kami menikmati saat-saat kegembiraan mereka menikmati wisata keluarga bersama. 


Suatu saat kami mungkin hanya akan wisata berdua saja dengan istriku, karena saat itu anak-anak kami akan lebih memilih wisata bersama kawan, pacar atau genk mereka sendiri.


Saya juga tidak akan menunggu kaya….

Karena sepuluh tahun yang akan datang, di saat kami mungkin kaya.
Gigi kami tidak akan sekuat sekarang untuk mengunyah aneka ragam kuliner di tempat wisata.
Otot kaki kami tidak akan sekuat sekarang untuk berjalan dan berlari menikmati pesona alam.
Karena itu kami tidak akan menunggu kaya untuk wisata keluarga….. (Azwar Siregar).

Setuju Bro…

Sekaranglah Waktu yang Tepat Piknik Bareng Keluarga, Jangan Tunggu Kaya Nanti Keburu Tua

RASA haru sering saya rasakan ketika saya mendapat pertanyaan maupun pernyataan dari sejumlah orang tentang aktivitas saya bersama keluarga.

Aktivitas yang dimaksud adalah ketika bisa piknik bareng suami dan duo crucils.

Contoh pertanyaan yang sering saya dapatkan lewat jalur pribadi adalah begini,” Mbak Menix, saya senang loh ngikuti cerita jalan-jalan Mbak bareng keluarga. Kompak! Kok bisa?”

Sedangkan contoh pernyataan yang sering saya dapatkan seperti ini,” Mbak, aku sekarang juga rajin ngajak anak-anak dan suami jalan-jalan. Terinspirasi dari Mbak yang suka posting tempat-tempat piknik bareng keluarga.”

Selain haru, saya pastinya bersyukur dan Alhamdulillah bahwa aktivitas yang saya posting memberikan efek positif dan menginspirasi orang lain untuk ikut piknik mengajak keluarga.

Ehmmm mungkin juga dari sejumlah yang membuat saya haru itu, ada yang beranggapan bahwa saya suka pamer jalan-jalan dan makan-makan enak.

Secara jujur saya katakan, aktivitas piknik dan makan bareng keluarga serta teman-teman bukanlah bermaksud hendak pamer.

Jauh dari kata itu, tujuan satu-satunya memang ingin menginspirasi banyak keluarga untuk sering-sering piknik bersama.

Ada sejumlah alasan mengapa itu saya lakukan.

1. Family Travel Blogger

Sebagai seorang family travel blogger ya memang hobi dasar yang saya miliki adalah jalan-jalan bersama keluarga.

Kemana pun saya pergi, sebisa mungkin saya ajak suami dan anak, apalagi di saat weekend.

Kebersamaan keluarga di akhir pekan, merupakan momen sangat penting karena di waktu itulah semua anggota keluarga bisa kumpul dan menghabiskan waktu bersama.

Walaupun demikian, akhir-akhir ini kami agak jarang piknik karena my oldest lady sudah masuk SD, dan waktunya sangat terbatas untuk bisa keluar kota.

2. Sekaranglah Waktunya

Saat ini my oldest lady sudah duduk di bangku kelas satu SD dan the youngest berumur empat tahun.

Jika ditanya kapan waktu yang tepat untuk sering-sering piknik bersama keluarga, saya katakan sekaranglah waktunya.

Sekarang, ya sekarang…. Ketika anak-anak masih kecil dan menganggap mama dan papanya adalah bagian terpenting dalam segala aktivitasnya.

Sekarang, ya sekarang, ketika saya dan suami masih belum berumur setengah abad.

Kami berdua masih mampu berjalan kaki dalam jarak yang jauh, mendaki bukit dan gunung, menyusuri pantai, dan berenang menikmati indahnya alam bawa laut.

Jangan tunggu nanti. Jangan tunggu anak-anak sudah besar. Jangan tunggu kaya. Karena ketika yang ditunggu tiba, kita sudah tua.

Lagian, begitu anak-anak besar (mulai remaja), maka momen bahwa orangtua sebagai bagian terpenting dalam aktivitas mereka sudah mulai berkurang.

Anak-anak akan mulai sibuk dengan dunia mereka, teman-teman mereka, dan seabrek aktivitas sekolah, les ini-itu, dan lainnya.

Di saat begitu, kita tinggal mengawasi dan memberikan “pecut” jika mereka mulai menyeleweng dari koridor.

Di saat anak-anak remaja akan lebih sulit mengajak mereka untuk traveling bersama.

Waktunya pun semakin sempit untuk bisa bersama keluarga.

Apalagi jika mereka sudah mandiri dan memutuskan untuk bersekolah di pondok ataupun di luar kota.

Maka, waktu yang tersedia hanyalah sesekali saja.

Lagipula, ketika anak mulai remaja, usia orang tua, misalnya saya dan suami sudah kepala empat, bahkan hampir setengah abad.

Kebanyakan orang Indonesia, di usia segini mulai berpenyakitan.

Gigi pun mulai tidak sempurna untuk mengunyah makanan lezat, dokter pun sudah memberikan sederet daftar makanan yang harus dihindari karena alasan kolesterol, asam urat, diabetes, dan lainnya.

Belum lagi tenaga yang mulai ngos-ngosan untuk bertualang menyusuri hutan, mendaki bukit, mengelilingi pantai, dan aktivitas fisik lainnya.

Apakah jalan-jalan di masa sudah mulai tua senikmat ketika masih muda dan penuh tenaga? Rasanya tidak ya!

3. Pengalaman Masa Lalu

Apa yang saya sampaikan di atas sebagian adalah refleksi dari kealpaan di masa lalu.

Saya dan suami sama-sama memiliki orangtua yang punya banyak anak.

Waktu kedua orangtua kami hampir sepanjang tahun dihabiskan untuk bekerja guna memenuhi kebutuhkan keluarga.

Bahkan, dalam memori saya, tidak pernah sekalipun saya merasakan piknik bersama kedua orangtua bersama-sama.

Satu-satunya piknik tahunan yang sangat menyenangkan ketika saya seumuran anak saya sekarang ini adalah nonton bioskop di hari lebaran bersama ibu saya.

Film yang ditonton di antaranya Saur Sepuh, Warkop DKI, dan Suzanna…. (Hahahaha anak sekecil itu diajak nonton film dewasa).

Kalau dilihat dari judul filmnya memang bisa bikin miris karena itu tontonan orang dewasa sementara saya masih anak-anaknya.

Tapi ternyata yang saya ingat sampai sekarang bukanlah soal isi film tersebut, terapi rasa bahagia bisa bersama almarhumah ibu saya sepanjang hari.

Untuk aktivitas menonton itu, kami berdua berangkat dari rumah sekitar pukul 10.00 WIB.

Saya diboncengi sepeda oleh ibu saya ke bioskop dengan jarak perjalanan sekitar satu jam.

Sepulangnya dari bioskop, kami makan bakso, dan berfoto bersama di studio foto. Rasanya sungguh bahagia.

Mengapa Bapak saya tidak ikut? Ketika itu, beliau sudah sakit-sakitan dan lebih memilih berada di rumah ketimbang ikut piknik nonton bioskop.

Sedih memang ketika dalam hidup kita tidak punya kenangan kebersamaan bersama kedua orangtua di momen-momen spesial.

Dari pengalaman masa kecil saya itu, kini saya ingin memberikan kenangan sebanyak-banyaknya kepada duo crucils tentang kebersamaan mereka bersama mama dan papa mereka yang bisa diingat sepanjang hidup mereka.

4. Masalah Uang?

Yang namanya jalan-jalan, piknik, rekreasi, tamasyah, dolan-dolan, melaku-melaku, jokka-jokka, traveling, (ehmmm apalagi ya), ya pastinya memang menghabiskan uang.

Kalaupun jalan-jalannya disponsori, biasanya yang dibayari adalah hanya satu orang, selebihnya bayar sendiri.

Atau kalaupun jalan-jalan karena menang undian piknik sekeluarga dan semua ditanggung, tetap saja ada pengeluaran pribadi yang kudu dibayarkan.

Uang memang penting dan banyak yang beranggapan jalan-jalan tidak penting karena menghabiskan uang.

Hidup ini kudu ada skala prioritas.

Karena saya menempatkan kebersamaan keluarga dan memberikan kenangan kepada anak-anak adalah masuk dalam skala prioritas, makanya saya menganggarkan dana untuk piknik.

Caranya? Gampang saja. Sisihkan sejumlah uang (sesuai kemampuan masing-masing) khusus untuk piknik.

Kemana tujuan piknik? Kembali lagi pada kemampuan keuangan keluarga.

Jika tidak mampu yang jauh-jauh, ya yang dekat saja.

Yang terpenting adalah kebersamaan dan memberikan kenangan bersama bagi anak-anak kita.

Perubahan Hormonal pada Anak

Hasil gambar untuk anak 2 tahun susah diatur

Dear Moms,

Pertumbuhan dan perkembangan anak menuju remaja diiringi dengan adanya perubahan hormonal pada anak. Tentu saja perubahan ini mengakibatkan adanya perbedaan secara fisik maupun fungsi metabolisme anak yang bersangkutan.

Perubahan paling utama adalah terkait dengan kematangan seksual anak. Pada anak laki-laki, mulai berfungsinya hormon seksual berupa androsteron dan testosteron dapat mengakibatkan adanya perubahan fisik berupa tubuh menjadi semakin jangkung, otot menguat, rahang mengeras dan tumbuh bulu di beberapa tempat seperti di area kemaluan, pada janggut dan juga kumis. Bulu lengan, kaki dan dada juga mulai tumbuh.

Selain itu pada anak laki-laki mulai tumbuh jakun dan suara menjadi berat dan lebih kasar. Anak lekai-laki yang mulai akil baligh juga mendapatkan mimpi basah. Ketertarikan kepada wanita juga mulai terjadi. Seorang laki-laki yang telah mengalami perubahan menjadi pria dewasa ini mulai tumbuh rasa tanggung jawab dan sikap mandiri.

Perubahan hormonal pada anak perempuan sering terjadi lebih dini dibandingkan anak laki-laki. Anak perempuan mulai mengalami masa pubertas dapat di kisaran usia 9 hingga 12 tahun, meskipun ada yang lebih lambat atau malah lebih dini dari usia tersebut, tergantung faktor gizi dan juga keturunan. Pada anak perempuan, pubertas ditandai dengan mulai tumbuhnya payudara, kulit menjadi semakin mulus, lekuk tubuh mulai nampak terlihat dan terjadi menstruasi untuk yang pertama kali. Seroang perempuan yang sudah mulai memasuki masa pubertas menjadi lebih sensitif perasaannya, semakin ingin dimanja, mulai timbul ketertarikan kepada pria, senang mematut diri di depan cermin dan lain sebagainya.

Memang antara pria dan wanita terjadi perbedaan rentang waktu mulainya masa pubertas. Pada anak wanita yag cenderung lebih cepat, sering menimbulkan keresahan ketika dirinya telah mengalami menstruasi ketika masih duduk di sekolah dasar, sementara rekannya laki-laki masih kekanak-kanakan dan belum memiliki tanggung jawab lebih. Terkadang perempuan yang sudah puber diolok-olok rekannya lelaki yang dpat menimbulkan rasa kurang percaya diri.

Perubahan hormonal  pada anak juga dapat diikuti dengan berbagai masalah seperti masalah timbulnya jerawat yang dapat mengakibatkan rasa rendah diri, namun dapat diatasi dengan cara rajin merawat wajah dan mengkonsumsi makanan bergizi sehingga daya tahan tubuh meningkat.

 

Oleh Sebab itu Moms sahabat Gizidat, jangan lupa dan harus rajin ya memperhatikan segala pubahan pada ananda tecinta. Biar anak kita makin yahuud……jangan lupa suplemen khusus madu yang mengandung Ekstrak Ikan Sidat yang kaya akan Omega 3 untuk stimulasi kecerdasan otak serta probiotik untuk ketahanan tubuhnya……………………..

Pelukan ternyata berpengaruh besar pada kualitas kesehatan si kecil. Sejauh mana hubungannya?

Hasil gambar untuk kid hug

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan orang tua kepada anak-anaknya sebagai ungkapan perasaan sayang dan perhatian sebagai orang tua. Bukti sayang dan perhatian kita terhadap si kecil dapat kita tunjukkan salah satunya melalui pelukan. Sentuhan sederhana seperti pelukan dapat berdampak besar bagi kehidupan si kecil. Namun, banyak orang tua tidak menyadari akan hal kecil tersebut, bahkan menganggap sebagai hal sepele.

Membangun ikatan batin antara orang tua dan anak sangat dibutuhkan, baik bagi kita sebagai orang tua terlebih baik bagi anak kita. Kedekatan ini yang akan mempengaruhi perkembangan kesehatan anak secara keseluruhan yang mencakup kesehatan psikis, kesehatan mental, kesehatan otak bahkan kesehatan tubuh.

Kedekatan antara anak baiknya kita mulai dengan membiasakan memeluk anak-anak kita setiap harinya. Jadikan aktivitas ini sebagai aktivitas wajib yang tidak boleh kita lewatkan setiap hari. Anak yang sering dipeluk dan mendapatkan sentuhan-sentuhan kasih sayang dari orang tuanya akan tumbuh menjadi anak yang lebih ” sehat ” dibandingkan anak yang jarang dipeluk orang tuanya. Pelukan yang hangat dan penuh keakraban akan membuat anak mereka nyaman, aman, tenang, bahagia.

Lalu bagaimana hubungannya dengan pelukan yang mempengaruhi kesehatan si kecil?.

Anak yang sering mendapatkan pelukan kasih sayang dari orang tua tentu akan merasa lebih nyaman, aman dan bahagia. Inilah yang membuat kinerja hormon serotonin atau oksitosin dalam tubuh anak bekerja baik. Hormon inilah yang membuat rasa bahagia muncul. Ketika anak merasa terproteksi, terlindungi, dan perasaannya menjadi bahagia. Secara otomatis anak akan terhindar dari yang namanya stres dan rasa cemas.

Saat anak mudah stres, kondisi inilah yang justru berdampak buruk bagi kesehatan tubuh si kecil. Anak yang psikologis bermasalah ( stres dan cemas), akan terlihat pada tumbuh kembangnya yang tidak optimal. Kekebalan tubuhnya menurun, kecerdasannya menurun, anak jadi mudah sakit, serta pertumbuhannya terlambat. Kontak fisik inilah yang diperlukan untuk melepaskan zat kimia di otak sehingga dapat mengurangi hormon stres pada anak.

Pelukan terbukti memberi efek menenangkan serta memberikan efek positif bagi kesehatan tubuh. Selain itu, si kecil akan lebih rileks ketika berada dalam dekapan hangat orang tua. Peredaran darah dalam tubuh berjalan lancar dan memperkuat sistem kekebalan tubuh si kecil. Kesehatan jantung juga terkontrol, perasaan rileks akan membuat kerja jantung berdetak secara normal.

Perasaan bahagia karena sebuah pelukan akan merangsang perkembangan saraf dan tumbuh kembang anak menjadi lebih baik. Pelukan juga dapat memberi rangsangan positif pada pertumbuhan otak. Stimulasi dan perkembangan otak akan tumbuh lebih optimal dengan rutin memeluk buah hati kita.

 

Efek positif lainnya dari pelukan yaitu membantu proses pemulihan ketika si kecil mengalami sakit. Selain obat dan makanan yang bergizi, pelukan merupakan suplemen paling berpengaruh dalam proses penyembuhan anak yang sedang sakit. Memeluk anak yang sakit akan membantu si kecil mempertahankan daya tahan tubuhnya secara seimbang.

 

Cobalah untuk merasakan manfaatnya sendiri. Berilah pelukan penuh kasih sayang secara intens untuk mendapatkan hubungan yang berkualitas dengan si kecil dan tentunya agar buah hati tercinta kita selalu bahagia dan kesehatannya juga terjaga dengan baik.

©2019 Madu Gizidat. Beautiful Creation by Geraima