fbpx
Anak Batuk Pilek

Anak Batuk Pilek

Seiring cepat berubahnya cuaca akhir-akhir ini, maka ketahanan tubuh anak jelas mengalami ancaman serius. Utamanya bagi anak yang tingkat ketahanan tubuhnya rendah. Penyakit yang kerap melanda anak-anak adalah batuk dan pilek.

Penyakit batuk pilek bisa disebabkan oleh dua hal, yaitu virus dan reaksi alergi. Jika penyebabnya adalah virus, maka penyakit ini bisa menular melalui udara atau kontak langsung dengan permukaan benda yang terkontaminasi virus. Batuk pilek yang merupakan reaksi alergi bisa muncul apabila anak terpapar zat yang bersifat alergen, seperti debu, udara dingin, serbuk bunga, dan lain-lain.

Gejala: Hidung tersumbat, mata berair, batuk, dan terkadang juga disertai oleh demam ringan dan sakit kepala.

Batuk pilek umumnya bukan jenis penyakit serius, sehingga anak yang memiliki kekebalan tubuh baik akan sembuh sendiri dalam waktu 7-10 (hari ke-3 biasanya adalah yang terparah) hari. Untuk mempercepat proses penyembuhan, berikan anak banyak makanan bergizi, istirahat yang cukup, serta minum banyak cairan untuk membantu mencairkan lendir pernapasan.

Meski bukan tergolong penyakit serius, batuk pilek yang berlangsung terlalu lama bisa memunculkan komplikasi, seperti infeksi sinus dan infeksi telinga tengah. Segera hubungi dokter jika penyakit dialami anak yang berusia di bawah 3 bulan. Untuk anak yang lebih besar, hubungi dokter jika sakit sudah berlangsung selama seminggu, anak mengalami demam tinggi dan kesulitan bernapas, muncul keluhan sakit telinga, serta jika ia terlihat sangat lemah dan kehilangan nafsu makan secara drastis.

Cara mencegahnya yaitu dengan rajin mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan cukup tidur merupakan beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menguatkan imunitas tubuh dan mencegah penularan batuk pilek. Jangan lupa, pastikan pula kuku jemari anak terpotong rapi untuk menghindari penumpukan kuman di sela-selanya. Bekali pula diri Anda dengan cairan pembersih agar mudah membersihkan tangannya ketika berada di tempat umum yang ramai, seperti pusat perbelanjaan, stasiun kereta, taman bermain, dan lain lain.

Dan cara yang lain adalah dengan mengobatinya. Bisa dengan cara tradisional dan juga dengan membawanya ke dokter. Cara tradisional memang memakan waktu yang lama. Akan tetapi cukup aman karena memakai obat herbal yang cukup teruji. Gizidat juga bisa digunakan untuk mengatasi batuk pilek pada anak. Dengan kandungan madu hutannya yang alami, Gizidat mampu mempercepat pengobatan alami yang dilakukan.

Ada testimoni menarik mengenai pemakaian Gizidat ini. Pemakaian obat batuk dan pilek kimiawi dipadu dengan Gizidat, terbukti mampu mempercepat masa penyembuhan. Akan tetapi akan lebi baik lagi bilamana teratur mengkonsumsi Gizidat agar daya tahan tubuhnya bertambah. LEBIH BAIK MENCEGAH DARIPADA MENGOBATI………..Bukan begitu Bunda

Sembuh Dari Asma Setelah Konsumsi Gizidat

Foto Nutrisi Gizi Anak Sehat.

Saya Marni ibu rumah tangga dengan 4 orang anak, Anak ke 3 saya kembar laki laki dan perempuan yang bertama abang Ghani dan kembaranya adik Ghina.

Sejak usia1 th 3 bln ghani dan ghina susah makan, tidak banyak gerak dan mudah sekali sakit batuk pilek, apalagi saat cuaca pancaroba yang paling sangat saya takutkan abang Ghani batuk terus menerus yang memicu asmanya kambuh.

Kalau lagi kambuh, abang ghani saya bawa ke dokter dan langsung diuap. Sedih rasanya melihat keadaan anak di usia balita seperti ghani dengan keadaan sesak nafas gak tega lihatnya 😥

Demi anak-anak supaya mau makan dan daya tahan tubuh tetap terjaga, saya belikan vitamin dari mulai curcuma plus sampai madu ikan gabus pertama saya beli 1 btl madu ikan gabus, habis 1 btl belum ada perubahan saya berfikir karna baru 1 btl belum ada efeknya. Dan akhirnya saya beli lagi 2 btl hemmmmm .. masih belum ada perubahan juga dari bang ghani, asmanya masih kambuh dan ghina masih susah makan, saya masih berfikir positif dan tetep saya rutinkan madu ikan gabus sampai sampai saya baru sadar kalau sudah menghabiskan 15 btl madu ikan gabus. Belum ada perubahan pada anak kembar saya, khususnya si abang ghani yang mempunyai asma masih sering kambuh.

Ada kalanya saya merasa nyerah dan cape..😓karna anak anak susah sekali kalau disuruh makan, apa lagi kalau cuma mau makan cemilan seperti ciki ciki haduuuhhh gampang banget bapil dan repot kalau dua duanya sakit 😥

Saya masih belum menyerah untuk mencari cari vitamin mana yang harus saya coba berikan lagi untuk si kembar. Banyak yang bilang sudah sampe 15 btl ko belum kapok siih .. dan sekarang masih mau cari vitamin lagi, nanti juga kalau sudah besar mau makan kok ..Prinsip saya masalah uang bisa dicari tapi kesehatan untuk anak anak adalah no 1. yang sangat penting. Setelah sudah mencoba berbagai macam vitamin dan sudah menghabiskan 15 btl madu ikan gabus tidak menjadikan beban untuk saya mencari vitamin yang lain untuk si kembar.

Dan akhirnya saya aktifkan kembali akun Facebook mulai deh kembali saya mencari vitamin untuk si kemba. Saya coba search ” vitamin Anak ” muncul banyak sekali berbagai merk haduuhhh sampe bingung ni pilih yang mana🤔.
Untuk kali ini saya harus lebih teliti mencari vitamin atau nutrisi untuk si kembar. Mulailah saya baca satu persatu dan akhirnya ketemu nama vitamin yang sangat aneh yaitu Gizidat Madu Ikan Sidat. Saya coba juga search ” Gizidat ” di Google ternyata banyak sekali yang sudah menjual. Gak nunggu besok-besok, saya langsung menghubungi salah satu CS Gizidat melalui Facebook. Di sini saya coba tanya lebih detail lagi mengenai produk gizidat dan akhirnya si mbak CS Gizidat menjelaskan sejelas-jelasnya bahwa komposisi Gizidat ini terdiri dari madu hutan dan ekstrak ikan sidat.

Sedikit ada keraguan juga dalam fikiran saya, karna saya juga belum mengenal ikan sidat. Nah sempet kaget 😮 saat mbak CSnya menjelaskan gizi dari ikan sidat ini lebih tinggi looohh dari ikan salmon, ikan tenggiri dan ikan gabus .

Waaahh ternyata ikan Sidat bisa dibilang Kaya Gizi yah !!
Dan di situlah saya mulai tertarik untuk membeli gizidat dan ingin secepatnya memberikan gizidat untuk si kembar

Saya coba 2 botol ternyata si kembar belum ada perubahan 🙁. Saya masih berfikir positif coba botol ke 3 dan 4 hemmm masih juga belum ada perubahan 😓. Sampai di sini saya belum menyerah dan saya yakin dengan gizidat ini bahwa anak saya bisa berubah. Saya mencoba botol ke 5 dan ke 6 bismillah dan selang berapa minggu haaaaaaaaahhhhhh..saya sangat kaget melihat perubahan dari si kembar alhamdulilah adik ghina lahapp makan dan membuat imun si kembar tetap terjaga disaat cuaca yang selalu berubah-ubah, tidak mudah bapil. Terutama untuk si abang ghani alhamdulilah bangettttt dan sangat bersyukur dengan mengkonsumsi Gizidat Asma abang Gahani Udah jarang kambuh senangnya hatii kuuu..

Usia si kembar sekarang hampir 3 th. Berat badan adik Ghina juga sudah naik dari 11kg menjadi 15kg karna sebentar bentar makan .

Sangat bersyukurrr saya bisa menemukan Nutrisi yang pas untuk si kembar yaitu Gizidat. Berkat Gizidat Abang Ghani sembuh dari Asma
Semoga informasi ini bermanfaat untuk bunda semua 👩‍👧‍👦

Salam Bunda Hebat

Marni ( 36Th ) — bersama Yasin icang.

Apa Dampaknya Bila Anak Laki-Laki Suka Main Boneka? Sebaiknya Bunda BACA Ini, Karena Ini Penting BANGET Untuk Situasi Saat Ini..

Hasil gambar untuk anak laki main boneka

PERHATIKAN! anak laki-laki boleh main boneka tidak sih? Kalau anak perempuan lebih suka mobil-mobilan, ada masalah tidak ya?

Menurut beberapa pakar psikolog anak, ketika seorang anak masih kecil terutama di usia balita, mereka harus sudah mulai diasah daya imajinasinya karena akan mempengaruhi cara berpikirnya di masa depan. Jadi, menurut mereka sebenarnya tidak perlu terlalu mengkotak-kotakan antara anak perempuan dan laki-laki, sebab semakin lama pemikiran mereka semakin berkembang sesuai dengan imajinasi mereka. Anak-anak hendaknya dibiarkan berimajinasi.

Oleh karena itu, penganut aliran ini berpendapat adalah wajar saja bila anak laki-laki suka bermain boneka. Sama halnya dengan anak perempuan yang tidak senang bermain boneka tapi lebih tertarik dengan mobil-mobilan. Mungkin saja anak senang bermain mobil-mobilan karena imajinasinya lebih menyatu dengan lingkungan.

Namun, demikian, orangtua hendaknya tetap mendampingi mereka agar tidak keluar batas ketika berusaha mengembangkan daya kreativitasnya,

Memaksakan anak melakukan permainan yang tidak disukainya tentu juga tidak baik bagi si anak. Misalnya saja seorang anak laki-laki tidak suka bermain mobil-mobilan tapi lebih senang main dengan boneka. Namun sang ibu melarangnya bahkan memarahinya sehingga membuat anak tertekan. Hal itu bisa memengaruhi mental anak ke depannya. Padahal orangtua sebenarnya bisa saja memainkan peran, misalnya memerankan boneka tersebut sebagai atlet atau astronot.

Jadi, misalkan imajinasi anak yang ingin menjadi astronot, maka orangtua bisa mengganti bonekanya dengan boneka astronot atau hal lain yang terkait dengan harapan si kecil.

Tapi perlu diingat, bahwa ketika misalnya seorang anak laki-laki sudah mulai terobsesi ingin mendandani bonekanya, maka orangtua harus bertindak. Di sinilah pentingnya orangtua mendampingi anak di saat bermain. Jadi poin utamanya adalah bagaimana orangtua menyisihkan waktunya untuk mendampingi anak-anak sehingga ketika anak memperlihatkan ada kecenderungan yang negatif, orangtua bisa memberikan pengarahan kepadanya.

Yang penting, orangtua harus bisa meluangkan waktu setiap hari untuk dekat dengan anak. Bila memang sibuk bekerja, luangkanlah waktu di pagi atau malam hari sebelum tidur untuk bermain dengan si kecil. Ingat, pola asuh orangtua lah yang akan membangun karakter, potensi, bakat, dan passion seorang anak nantinya.

Sudah tahukah bahwa mendidik anak laki-laki dan perempuan itu ada bedanya lho.

Kami kutip dari laman ummi-online, bahwa dijelaskan perbedaan mendidik diantara keduanya.

Dibaca yaa..

Sahabat Ummi, anak laki-laki boleh main boneka tidak sih? Kalau anak perempuan lebih suka mobil-mobilan, ada masalah tidak ya?

Gambar terkait

Kenali beberapa perbedaan yang harus diterapkan saat mendidik anak karena beda gender beda penanganan ya, Sahabat Ummi.

1. Aurat

Sejak kecil, ajarkan perbedaan aurat laki-laki dan perempuan. Tanamkan pada mereka, bagian mana saja yang boleh dilihat orang lain. Hal ini berlaku untuk kedua jenis kelamin, berhubung maraknya kekerasan seksual terhadap anak, tanamkan pada mereka bahwa tidak semua orang boleh menyentuhnya di beberapa bagian tubuh. Ajarkan mereka pentingnya menjaga organ vital sejak dini.

Jangan lengah dengan orang-orang yang berada di sekitar anak karena penelitian menunjukkan kejahatan seksual biasanya dilakukan oleh orang-orang terdekat.

Dikutip dari beritajakarta(dot)com, “Berdasarkan kajian, pelaku kekerasan anak dan pelecehan seksual, itu mayoritas orang terdekat. Artinya pelaku bisa dari anggota keluarga sendiri dan teman dekat korban,” ujar Margaretha Hanita, Kepala Bidang Program Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

2. Keamanan fisik

Anak laki-laki lebih suka kegiatan yang berhubungan dengan motorik mereka sehingga mereka lebih senang bergerak dibanding berbicara. Mereka lebih senang diajak perang-perangan atau gulat-gulatan oleh ayahnya. Jangan langsung menganggap kegiatan ini negatif ya, Sahabat Ummi.

Kedekatan ayah anak ini bisa menjadi sarana pembelajaran juga. Caranya dengan mengajak anak bermain gulat-gulatan, kemudian menghentikannya pada saat tertentu, misal ketika dia memukul terlalu keras dan sebagainya. Jelaskan padanya jika efek memukul yang terlalu bersemangat bisa membuat perut sakit atau menyebabkan memar pada tubuh.

Tanamkan pada mereka kebiasaan untuk menghargai lawan jenis sehingga anak tidak tumbuh menjadi orang yang ringan tangan (re : gampang memukul) nantinya.

“Tetapi membiarkan anak-anak tetap aktif dapat membangun karakter, kepercayaan diri, ketahanan, dan kemandiriannya. Luka ringan adalah risiko alami, berilah arahan kepada anak laki-laki Anda untuk sedikit memperlambat aktivitasnya agar tidak berbahaya,” kata Wendy Mogel, Ph.D., penulis The Blessing of a Skinned Knee.

Jika anak laki-laki diperlambat aktivitasnya, anak perempuan harus didorong untuk lebih aktif sehingga karakternya sudah terbentuk dan tidak tumbuh menjadi gadis yang manja dan lemah saat dewasa nanti. Mereka harus dibiasakan untuk mengambil keputusan sendiri sehingga nanti terbiasa mengambil risiko berat dalam hidupnya. Jika ini dibiasakan sejak dini, anak perempuan menjadi lebih mandiri dan lebih percaya bahwa dirinya bisa melakukan hal berat sekalipun.

3. Komunikasi

Anak laki-laki lebih sulit mengungkapkan perasaan sayang atau suka pada orang-orang terdekatnya. Ini tidak ada hubunganny dengan gengsi yang sering melanda anak muda zaman sekarang ya, Sahabat Ummi. Seperti dilansir daridetik health, “Sejak lahir, bayi perempuan cenderung lebih tertarik melihat warna dan tekstur, seperti pada wajah manusia, sedangkan bayi laki-laki ditarik lebih ke gerakan, seperti permainan yang berputar-putar,” kata Dr. Sax.

Hal ini menyebabkan anak perempuan lebih berorientasi pada sinyal nonverbal, seperti ekspresi dan nada suara sedangkan anak laki-laki menjadi memiliki lebih banyak kesulitan untuk menyatakan perasan dengan kata-kata.

Untuk menyiasati ini, coba bangun komunikasi terbuka dengan anak. Hal ini membuat mereka lebih mudah menyampaikan pendapat dan berbagi cerita pada kita nantinya. Jadi saat mereka beranjak remaja, kita akan menjadi sosok pertama yang mereka cari untuk berbagi cerita. Tidak ada lagi ceritanya mereka bingung dan malah mencari pelampiasan yang menyimpang untuk menyelesaikan masalah.

Hasil gambar untuk anak laki main boneka

4. Disiplin

Bukan hal baru jik citra “bandel” lebih identik dengan anak laki-laki. Menerapkan kedisiplinan pada anak laki-laki membutuhkan usaha ekstra karena mereka cenderung tidak peduli dan tidak mendengarkan apa yang orang tuanya katakan. Ternyata hal ini dipengaruhi oleh sensitivitas pendengaran mereka yang jauh lebih rendah dibandingkan anak perempuan.

Sedangkan anak perempuan cenderung memberikan respon yang lebih baik terhadap pujian atau peringatan orang tua yang mengisyaratkan kedisiplinan. Hal ini disebabkan anak perempuan lebih sensitif dan pusat-pusat verbal dalam otaknya berkembang lebih cepat.

Sekalipun menerapkan kedisiplinan lebih mudah pada anak perempuan, patut diingat bahwa menerapkan banyak aturan bisa membuat mereka terkekang bahkan dampak buruknya mereka bisa membangkang dan melawan orang tuanya.

5. Penghargaan terhadap diri sendiri

Perempuan cenderung senang dengan pujian yang dilayangkan padanya. Ternyata ini tidak hanya berlaku untuk perempuan dewasa, Sahabat Ummi. Anak perempuan juga akan lebih terbangun jika sering diberi pujian dan kepercayaan dirinya terbiasa dipupuk sejak kecil. “mengembangkan citra diri yang sehat sangat penting untuk semua anak. Tetapi anak perempuan cenderung tumbuh kurang percaya diri dan lebih aman daripada laki-laki,” kata Carol Gilligan, Ph.D., seorang peneliti gender dan psikolog.

Penghargaan terhadap tubuhnya merupakan sebagian dari harga diri seorang perempuan. Mereka akan memperhatikan citra yang mereka tampilkan di muka umum, “Duh, orang suka gak ya kalo aku pake baju ini?” atau hal-hal semacam itu.

Sementara anak laki-laki cenderung lebih percaya diri dan cuek dengan penampilannya. Mereka tidak akan ambil pusing dengan penilaian orang. Beda dengan anak perempuan yang sensitif dan perasa.

 

Efek Samping Madu Gemuk Anak

Banyak orang galau terutama para bunda di rumah yang ingin memberikan madu penambah berat badan anak dan mencari tahu di google apakah ada efek samping madu gemuk anak itu?

Benar, sebagai orang tua kita patut waspada karena ini menyangkut kesehatan dan nyawa sang buah hati. Meskipun kondisi saat ini terlihat kurus, kering kurang suka makan meski telah apapun dicoba termasuk memberikan makanan kesukaannya.

Nah, seharusnya kita sebagai orang tua mau menyelidiki terlebih dahulu mengapa anak tidak suka makan? ini tentu berkait dengan psikologis sang anak yang tidak doyan makan. Pada artikel cara mengatasi anak susah makan, telah kami jelaskan sebab-sebabnya dan bagaimana cara Anda membuat anak mau makan.

Kembali ke topik utama, adakah efek samping madu gemuk anak?

Ada dan tidak ada. Nah, lo…kok bisa?

Ada jika sumber madu anak yang digunakan untuk diberikan kepada anak adalah madu sembarangan. madu yang kita tidak tahu bagaimana cara memperoleh, menyimpan, kadar air dan kada keaslian termasuk manis alami madu itu sendiri.

Jangan salah bunda, saat ini banyak sekali madu yang beredar yang kita tidak tahu kejujuran penjualnya. Demi meraup uang kadangkala manisnya madu ditambah dengan madu singkong. Coba cari informasinya di google untuk lebih valid.

Sebaiknya untuk mengurangi efek samping madu gemuk anak, Anda bisa memastikan dengan cara :

  1. Apakah madu yang dijual adalah madu ternak, madu hutan atau madu hasil keduanya kemudian dicampur dengan bahan-bahan lain atau tidak.
  2. Apakah produk madu gemuk anak yang dijual sudah didaftarkan di dinas kesehatan untuk meyakinkan kita sebagai konsumen akan kualitas madu gemuk anak tersebut.

Jika produk madu gemuk anak benar-benar berkualitas, maka sangat sedikit ditemukan komplain pelanggan yang menyatakan madu gemuk anak yang dikonsumsi tidak bagus.

MADU GEMUK ANAK GIZIDAT KUALITAS BAGUS TANPA EFEK SAMPING

Agar tidak selalu gelisah dengan polemik efek samping madu gemuk Anak, mari kami perkenalkan Gizidat Madu Gemuk Anak Ekstrak Ikan Sidat, Curcuma Plus Probiotik.

Madu ini adalah Pioner / Madu No. 1 Pertama di Indonesia yang menggunakan bahan baku ikan sidat yang kandungan albumin dan proteinnya lebih baik dibandingkan dengan ikan salmon dan ikan gabus.

Bunda tidak perlu khawatir, Insya Allah Gizidat Madu Gemuk Anak ini tidak memiliki efek samping, karena Gizidat telah mendapatkan sertifikasi dari Dinas Kesehatan dan dinyatakan bahwa produk ini layak untuk dikonsumsi oleh anak-anak usia 1-12 tahun.

Gizidat Madu Gemuk Anak mengandung 4 komponen utama :

  • Madu Hutan / bukan madu ternak. Sehingga kualitas madu lebih baik, kayak akan flora dan organik. Didapatkan dari pedalaman hutan di kalimantan dan sumatra.
  • Curcuma
  • Ekstrak Ikan Sidat
  • Probiotik

Mengapa Menggunakan Ikan Sidat?

karena di dalam ikan sidat mengandung:

  1. vitamin B1, 25 kali lipat susu sapi
  2. vitamin B2, 5 kali lipat susu sapi
  3. vitamin A, 45 kali lipat susu sapi,
  4. kandungan zinc (emas otak) 9 kali lipat susu sapi.
  5. Protein Albumin, Omega 3 , 6, 9 Vitamin B dan Zinc.

Untuk merangsang tumbuh kembang anak terutama agar badan menjadi terlihat gemuk, maka gizidat diberi tambahan unsur temulawak / curcuma yang sudah sejak lama dan secara ilmiah diyakini memiliki efek yang bagus sekali untuk merangsang nafsu makan anak Anda.

Tidak cukup dengan itu, Madu Hutan yang ada di Gizidat juga mengandung probiotik yakni bakteri baik yang berfungsi untuk menyeimbangkan jumlah bakteri yang ada di usus Anak Anda.

Jika hanya terdapat sedikit saja bakteri probiotik yang ada dalam usus sang Anak, bisa dipastikan penyerapan sumber makanan akan menjadi kurang optimal sehingga gizi dan nutrisinya tidak bisa sepenuhnya bisa diserap oleh tubuh.

Sudah banyak testimoni mengenai gizidat ini loh bunda..jadi jangan khawatir mengenai efek samping madu gemuk anak. Asalkan bunda pakai gizidat…

nb : Gizidat madu anak karena mengandung ekstrak ikan sidat hanya tidak diperbolehkan untuk diberikan kepada anak-anak yang menderita alergi terhadap ikan laut dan alergi terhadap putik sari / madu atau ada riwayat semacam itu pada orangtuanya.

Segera Pesan Gizidat Sekarang Juga…………………

Ketahuilah, Ayah Bunda.. Mencintai Anak-Anak Bukan Berarti Memastikan Mereka Selalu Bahagia dan Memenuhi Segala Keinginannya

Hasil gambar untuk anak bahagia

Kalau setiap orang ditanya apakah mereka mencintai anak-anaknya, pasti jawabannya; iya, dengan sepenuh hati. Orang tua lalu melakukan hal apa yang ia anggap bisa menyenangkan hati anak-anaknya. Kebanyakan orang tua menganggap hal itu adalah tanda cinta mereka pada anak-anaknya. Yaitu dengan memenuhi segala permintaan anak-anak.

Selain itu, orang tua bakalan menjauhkan anak-anaknya dari isak tangis. Dari kesedihan. Dan dari kesusahan. Ya, bisa jadi kebanyakan orang tua seperti itu. Walau sebenarnya sikap tersebut justru bukan bentuk rasa cinta ayah bunda pada anak, tapi justru bisa menjadikan anak tumbuh menjadi anak yang manja, cengeng dan lemah.

Kita harus menyiapkan anak-anak yang tangguh, bukan anak-anak yang bahagia

Ingatkah kita pesan itu? Bahwa kita harus menyiapkan generasi yang lebih kuat dari kita. Kenapa? Karena bisa jadi tantangan di masa mendatang akan lebih berat dari saat ini.

Selama ini kita mungkin berpikir menjadikan anak bahagia bisa menjadikan kehidupan mereka lebih baik. Tapi ternyata itu salah.

Setiap ibu, mungkin, tak pernah segan untuk mengorbankan apa saja demi menghapus air mata anaknya yang masih usia tiga tahun. Dalam diri ibu ada sebuah perasaan “tak tega” melihat anaknya ngamuk, nangis kencang, rewel, hanya demi keinginan sebuah mainan, misalnya.

Perasaan tak tega yang bercampur saking jengkelnya, malu, ataupun pikiran “sudahlah, cuma mainan doang.” Karena memenuhi semua keinginan anak, ternyata tak selamanya adalah tindakan yang tepat.

Tanpa sadar, pengalaman ayah ibu yang “masa kecilnya kurang bahagia” membuat sikap yang justru melemahkan anak

Diakui atau tidak diakui pengalaman di masa kecil akan ikut membentuk kepribadian kita saat dewasa. Apabila kita punya trauma masa kecil, merasa bahwa kehidupan kita di masa lalu tidak bahagia, maka kita cenderung akan menjauhkan anak-anak dari pengalaman yang sama dengan kita.

Padahal, kata Shefali Tsabary, Ph.d seorang pakar parenting, beberapa orang mengira menjadi orang tua yang sadar adalah memanjakan anak dan menuruti semua kemauan mereka supaya mereka puas dan nyaman. Jutsru sebaliknya, pola asuh semacam itu ternyata didasari oleh rasa takut yang berakar pada ketidaksadaran.

Artinya kalau banyak orang tua menuruti semua keinginan anak agar anak puas dan nyaman, itu bukan muncul dari kesadaran orang tua, tapi lebih condong pada aspek alam bawah sadar orang tua itu. Dalam alam bawah sadar, mereka takut anak mereka “tidak nyaman.”

Padahal sudah semestinya orang tua sadar bahwa pola asuh seperti itu justru akan melemahkan anak-anak kita.

“Sebaliknya, orangtua yang sadar tidak akan takut untuk membuat anak merasa tidak nyaman kalau itu dibutuhkan agar mereka bisa berkembang,” katanya seperti tertulis dalam buku The Awakened Family.

“Pendekatan ini agar anak tumbuh menjadi tangguh dan berdaya guna, tidak melulu bahagia dan merasa nyaman.”

Ya, anak yang tangguh. Yang siap menghadapi segala rintangan dan tantangan di masa depannya. Karena anak akan hidup di dunia mendatang, yang kita tidak akan tahu akan seperti apa.

Karena anak yang tangguh bisa menemukan kebahagiaan dalam situasi dan kondisi apa pun

Membiasakan anak untuk mandiri, tidak menuruti semua keinginan anak dan hanya memilihkan untuknya apa yang baik bagi dirinya kini dan kelak di masa depan. Serta memupuk jiwa anak agar tidak kerdil dan punya kekuatan, maka anak kelak akan menemukan kebahagiaan dalam situasi apa pun.

Berikan kesempatan pada anak untuk belajar dan doroang anak untuk mengetahui banyak hal, termasuk mengetahui bahwa setiap ia punya keinginan maka ia bisa mendapatkannya dengan usahanya sendiri.

Orang tua juga mesti bersikap tegas pada anak. Ya, termasuk tegas juga pada dirinya sendiri. Jangan menyerah dengan kemauan anak yang menurut kita tidak baik untuknya. Akibatnya anak menjadi pribadi yang selalu mengamuk, rewel, tantrum, setiap kali keinginannya tidak dipenuhi oleh orang tuanya.

Memang tidak mudah. Saya tahu dan mengalaminya. Ya, benar-benar tidak mudah. Dan selalu ingat, jangan sampai kita salah paham, karena ingin bersikap tegas, eh malah kita memberikan tugas di luar kemampuan anak dengan selalu memukul dan membentak anak.

Mempunyai anak bukanlah garis finish, ia adalah garis start. Yang kita tidak akan pernah tahu dimana garis finishnya, mungkin saat nafas kita sudah berhenti. Mendidik anak tak akan berhenti hanya saat ia sudah besar. Tidak. Sampai usia anak dewasa pun kita masih harus mendidiknya, tentu dengan cara yang berbeda.

Maka mumpung anak masih kecil, kita didik ia agar kelak ia menjadi anak yang tangguh. Yang kuat jiwa dan imannya.

Perubahan Hormonal pada Anak

Hasil gambar untuk anak 2 tahun susah diatur

Dear Moms,

Pertumbuhan dan perkembangan anak menuju remaja diiringi dengan adanya perubahan hormonal pada anak. Tentu saja perubahan ini mengakibatkan adanya perbedaan secara fisik maupun fungsi metabolisme anak yang bersangkutan.

Perubahan paling utama adalah terkait dengan kematangan seksual anak. Pada anak laki-laki, mulai berfungsinya hormon seksual berupa androsteron dan testosteron dapat mengakibatkan adanya perubahan fisik berupa tubuh menjadi semakin jangkung, otot menguat, rahang mengeras dan tumbuh bulu di beberapa tempat seperti di area kemaluan, pada janggut dan juga kumis. Bulu lengan, kaki dan dada juga mulai tumbuh.

Selain itu pada anak laki-laki mulai tumbuh jakun dan suara menjadi berat dan lebih kasar. Anak lekai-laki yang mulai akil baligh juga mendapatkan mimpi basah. Ketertarikan kepada wanita juga mulai terjadi. Seorang laki-laki yang telah mengalami perubahan menjadi pria dewasa ini mulai tumbuh rasa tanggung jawab dan sikap mandiri.

Perubahan hormonal pada anak perempuan sering terjadi lebih dini dibandingkan anak laki-laki. Anak perempuan mulai mengalami masa pubertas dapat di kisaran usia 9 hingga 12 tahun, meskipun ada yang lebih lambat atau malah lebih dini dari usia tersebut, tergantung faktor gizi dan juga keturunan. Pada anak perempuan, pubertas ditandai dengan mulai tumbuhnya payudara, kulit menjadi semakin mulus, lekuk tubuh mulai nampak terlihat dan terjadi menstruasi untuk yang pertama kali. Seroang perempuan yang sudah mulai memasuki masa pubertas menjadi lebih sensitif perasaannya, semakin ingin dimanja, mulai timbul ketertarikan kepada pria, senang mematut diri di depan cermin dan lain sebagainya.

Memang antara pria dan wanita terjadi perbedaan rentang waktu mulainya masa pubertas. Pada anak wanita yag cenderung lebih cepat, sering menimbulkan keresahan ketika dirinya telah mengalami menstruasi ketika masih duduk di sekolah dasar, sementara rekannya laki-laki masih kekanak-kanakan dan belum memiliki tanggung jawab lebih. Terkadang perempuan yang sudah puber diolok-olok rekannya lelaki yang dpat menimbulkan rasa kurang percaya diri.

Perubahan hormonal  pada anak juga dapat diikuti dengan berbagai masalah seperti masalah timbulnya jerawat yang dapat mengakibatkan rasa rendah diri, namun dapat diatasi dengan cara rajin merawat wajah dan mengkonsumsi makanan bergizi sehingga daya tahan tubuh meningkat.

 

Oleh Sebab itu Moms sahabat Gizidat, jangan lupa dan harus rajin ya memperhatikan segala pubahan pada ananda tecinta. Biar anak kita makin yahuud……jangan lupa suplemen khusus madu yang mengandung Ekstrak Ikan Sidat yang kaya akan Omega 3 untuk stimulasi kecerdasan otak serta probiotik untuk ketahanan tubuhnya……………………..

5 Kesalahan Orangtua Saat Melatih Anak Toilet Training

Hasil gambar untuk toilet training

 

Dear Mom,

Ketika anak memasuki usia dua tahun, orangtua mulai mengajarkan mereka untuk buang air kecil atau besar di toilet. Saat proses belajar ini berlangsung, jangan sampai Anda melakukan kesalahan-kesalahan berikut yang justru bisa membuat anak semakin malas untuk toilet training.

Toilet training, begitu istilah populer untuk melatih si kecil buang air kecil atau besar di kamar mandi. Beberapa anak menunjukkan keinginannya untuk belajar BAB dan BAK di kamar mandi saat usia dua tahun. Ada juga anak yang belum mau melakukannya meski usia mereka sudah 2,5 tahun atau lebih.

Kapan waktu yang tepat untuk mengajari anak toilet training? Sebenarnya orangtua tidak perlu buru-buru melakukannya, kalau anak memang terlihat belum siap. Wolipop pernah menuliskan di sini, hal-hal apa saja yang perlu diketahui orangtua untuk melihat kesiapan anak.

Jika dari pengamatan Anda anak sudah siap melakukan toilet training, hindari beberapa kesalahan yang umum dilakukan orangtua berikut ini, seperti dipaparkan Baby Center:

1. Terlalu Dini
Sebaiknya jangan mengajari si kecil melakukan toilet training jika memang dia belum siap. Kalau anak diajari terlalu dini, kemungkinan proses belajar itu akan selesai lebih lama. Seperti sudah dijelaskan di atas, tidak ada yang tahu di usia berapa tepatnya anak mulai diajari BAB dan BAK di toilet, semuanya tergantung dari perkembangan anak. Namun sebagian besar balita memiliki kemampuan untuk mempelajari hal tersebut di usia 18 dan 24 bulan. Ada juga beberapa balita yang belum siap sampai usianya tiga atau empat tahun. Jadi sebenarnya orangtualah yang tahu kapan waktu paling tepat mengajari anak toilet training dengan mengamati perkembangan fisik, kognitif dan perilakunya.

Ketika proses belajar toilet training ini sudah dimulai biasanya butuh waktu tiga bulan atau lebih lama. Oleh karena itu Anda harus banyak bersabar dan tetap mendukung anak melaluinya. Kalau ternyata proses belajar ini tidak sukses setelah beberapa minggu dijalankan, bisa jadi anak memang belum siap. Tunggu beberapa minggu dan coba lagi dari awal.

2. Memulai di Waktu yang Salah
Bukan ide yang baik jika Anda mulai mengajari anak untuk toilet training ketika ternyata dia akan memiliki adik dalam waktu dekat. Waktu lainnya yang tidak tepat misalnya ketika anak berganti pengasuh atau masa-masa peralihan lain dalam hidupnya.

Yang Anda harus selalu ingat, balita sangat perlu rutinitas agar dia bisa memahami apa yang sedang diajarkan padanya. Sehingga perubahan apapun yang tidak sejalan dengan kesehariannya atau rutinitasnya itu bisa jadi kemunduran untuknya. Jadi sebaiknya tunggu hingga situasi memungkinkan, misalnya ketika si bungsu sudah lahir atau baby sitter baru sudah datang, baru mulai mengajarinya toilet training.

3. Membuatnya Menjadi Beban
Ketika anak sudah menunjukkan ketertarikannya untuk buang air kecil atau besar di kamar mandi, itu tentu sangat baik. Namun sebaiknya Anda jangan terlalu mendorong atau menekannya untuk terus melakukan langkah tersebut. Hindari juga memaksa anak untuk belajar dengan cepat. Kalau anak tertekan, dia bisa jadi sulit BAB atau mengalami masalah lainnya.

Berikan anak waktu dan biarkan dia menjalani proses belajar tersebut sesuai kemampuannya. Anak akan belajar setahap demi setahap, misalnya awalnya dia sudah mau menunjukkan ekspresi berbeda ketika ingin BAB atau BAK, tahap berikutnya, anak mengungkapkan keinginannya, tahap lanjutan si kecil mengajak Anda ke kamar mandi, dan seterusnya.

4. Mengikuti Aturan Orang Lain
Melatih anak untuk BAB atau BAK di toilet butuh kesabaran dan waktu. Setiap minggunya juga bisa semakin sulit apalagi jika Anda mendengarkan omongan orang lain seperti ibu Anda, mertua, atau orang lain yang lebih senior dan merasa lebih tahu. Ketika mereka menasihati Anda agar mempercepat proses belajar toilet training atau memberitahukan agar anak segera diajari BAB atau BAK di kamar mandi, sebaiknya jangan terpengaruh. Seperti sudah dikatakan sebelumnya, jika ternyata anak belum siap, proses toilet training ini malah bisa berlangsung lebih lama.

5. Menghukum Anak
Menghukum atau marah pada anak ketika dia tidak benar-benar mau toilet training justru tak akan menyelesaikan masalah dan bisa membuatnya belajar. Pahamilah kalau penolakan anak ini wajar dan jika Anda memberi hukuman hanya akan membuatnya semakin malas belajar BAB atau BAK di toilet. Anak malah akan takut jika dia berbuat kesalahan itu akan membuat Anda marah. Berikan respon dengan bijak dan tenang ketika anak misalnya lupa ke kamar mandi untuk BAK.

©2019 Madu Gizidat. Beautiful Creation by Geraima