Ingin Mendisiplinkan Anak? Cara Bunda Glory Ini Bisa Ditiru Ya Moms…..

Ingin Mendisiplinkan Anak? Cara Ini Bisa Ditiru Moms

Usia Harvey mendekati 16 bulan, di tahap ini tidak hanya keingintahuannya yang tinggi dengan memanjat perabotan dan membongkar barang, tapi emosinya juga sudah semakin berkembang.

Jika dilarang atau dinasehati agar tidak melakukan suatu hal, Harvey mudah kecewa dan pelampiasannya dengan melempar barang atau memukul wajah saya atau pengasuhnya.

Tentu saya tidak ingin Harvey terus mempertahankan perilaku buruk ini.

Tapi untuk mendisiplin dengan memukul saya belum tega.

Walaupun Harvey belum bisa bicara lancar, tapi di usianya ini dia sudah mengerti perintah dan kalimat sehingga sebenarnya paham apa yang kita larang.

Tapi namanya juga anak pertama, semuanya serba khawatir, jika dipukul apakah nanti anak tidak trauma atau jadi membenci kita?

Umur berapa seharusnya mulai diterapkan hukuman disiplin?

BACA JUGA : Wahai, Ibu, Meski Sedang Kesal dan Marah, Namun Tetaplah Hindari 10 Jenis Hukuman yang Bikin Anak Minder dan Trauma Ini

Setelah membaca beberapa referensi dan ngobrol dengan ibu–ibu yang lebih senior, saya dan suami sepakat untuk mendisiplinkan Harvey tapi dengan “cara kami”.

Jadi moms, saya melakukannya dengan cara “iron fist in a velvet glove” alias tegas tapi tetap lembut.

Nah kurang lebih begini, saat Harvey merengek karena dilarang nonton video di gadget, kami akan konsisten melarang dan membiarkannya menangis.

Tapi kemudian saya atau suami akan mencari pengalihan seperti mengajaknya keluar ke halaman rumah sebentar atau mengajaknya bermain dengan buku bacaan atau mainan non-digital lainnya.

Ketika Harvey mulai emosi dan memukul atau melempar barang, kami akan menangkis pukulannya, atau jika perlu menepuk tangannya dengan lembut sambil mengatakan tidak boleh atau jangan.

Namun tetap memertahankan ekspresi wajah agar tidak terlihat melotot atau galak, agar anak tetap merasa ‘figur’ rasa amannya tetap ada.

Karena moms dari pengalaman seorang sahabat jika kita memarahi anak dengan jengkel dan muka kesal maka secara psikologis anak akan tertekan.

Tapi tidak cukup di sini Moms, saat anak dalam kondisi emosi yang baik, kita harus berkomunikasi dengan menatap matanya dan memberikan pengertian berulang.

“Kalau marah tidak boleh pukul ya…kalau pukul mama sakit dan sedih, Harvey nggak mau kan, mama sedih?”.

Intinya jangan sampai kita menasehati disaat kita masih mendisiplinkannya

Misalnya dengan ekspresi wajah yang ngotot dan nada yang tinggi, karena anak akan kehilangan ‘tempat berlindungnya’.

Mendisiplin tindakan di saat dia melakukan hal yang salah perlu dilakukan, tapi memberi masukan di saat lainnya itulah yang diharapkan akan didengar dan dimengerti anak.

Dan membuat pola perilakunya berubah, setelah saya mencoba melakukan hal ini beberapa kali, sekarang sudah sekitar satu minggu Harvey tidak melempar barang kalau sedang kesal.

Sementara untuk perilaku memukul sudah berkurang meskipun masih sesekali terjadi.

Yang penting konsisiten dan kompak dengan suami dalam mendidik.

Hal lainnya saya dan suami juga menghindari peran “good cop” “bad cop”karena nanti anak akan melihat ketidak konsistenan orang tua dalam sebuah keputusan, atau berpihak pada salah satu orang tua ketika yang satunya sedang mendisiplin.

Meskipun tidak mudah dilakukan namun hal ini cukup berhasil buat saya dalam mendidik Harvey, semoga berhasil juga buat moms semua ya.

Hasil gambar untuk glory oyong dan keluarga

“Hati-Hati! Bila TIDAK CUKUP TIDUR, Istri Bisa GEMUK dan CEPAT TUA.” Baca Tips Ini yaa..

Hasil gambar untuk ibu kurang tidur

Tidur adalah kebutuhan manusia . Karena jika kita memorsir tubuh untuk terus bekerja akan tetapi kurang tidur, maka tubuh akan mudah sakit. Jadi, usahakan tidur itu harus cukup, artinya tidak lebih dan tidak kurang.

Hati-hati dengan kebiasaan begadang karena pengaruh kurang tidur bagi kesehatan tidak bisa diremehkan. Mengantuk pemicu sulit berkonsentrasi. Sementara kebiasaan tidur yang buruk menciptakan ketidakseimbangan hormon yang memainkan malapetaka terhadap metabolisme tubuh dan hal ini juga berlaku bagi pria.

Setelah tidur semalaman, biasanya orang akan bangun pagi dalam kondisi segar dan sebaliknya negatif untuk kesehatan. Inilah beberapa efek negatif dari kurang tidur terutama bagi wanita :

1. Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Psychiartic Research menyebutkan, gangguan tidur, kerap bangun dengan badan kurang bugar akibat tidur yang kurang berkualitas meningkatkan peradangan pada wanita yang pada akhirnya menyebabkan munculnya serangan jantung koroner. Peradangan parah sering terjadi pada wanita, ketimbang pria.

2. Studi mengungkap bahwa orang yang makan terlalu banyak namun tak cukup tidur cenderung mudah gemuk, dan berisiko tinggi mengalami obesitas. Kurang tidur membuat pembakaran kalori tidak maksimal.

3. Menurut survei terbaru yang digelar oleh Duke University, AS, wanita akan jauh lebih mudah marah ketimbang pria saat bangun tidur. Faktanya, wanita memang lebih banyak membutuhkan tidur daripada pria, termasuk mengalami penderitaan fisik dan mental yang lebih besar daripada pria jika jam tidurnya berkurang.

4. Sebuahpenelitian yang dimuat dalam jurnal Sleep menunjukkan bahwa tingkat akurasi dalam mengerjakan tugas-tugas yang membutuhkan daya ingat bisa berkurang sampai 15 persen jika kita kurang tidur. Tidur membantu otak mengumpulkan informasi, sehingga tanpa waktu istirahat yang cukup otak kita akan kesulitan menyimpan data-data penting.

5. Pentingnya tidur yang berkualitas juga berkaitan dengan berat badan. “Beberapa riset menunjukkan kurangnya waktu tidur selama bertahun-tahun berpengaruh pada metabolisme, meningkatkan risiko obesitas dan diabetes melitus,” kata Siobhan Banks, peneliti bidang psikiatri.

Hasil gambar untuk ibu kurang tidur

6. Penelitian menunjukkan, antibodi dalam tubuh orang yang kurang tidur dalam menerima vaksin 50 persen lebih lemah dibanding dengan orang yang waktu istirahatnya cukup. Selain itu, kadar C-reaktif protein sebagai penanda risiko penyakit jantung, akan meningkat jika Anda terbiasa tidur larut.

7. Selama tidur tubuh akan memproduksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur. Berkurangnya waktu tidur berarti mengurangi proses sintesis melatonin. Cukup tidur juga membantu tubuh memproduksi lebih banyak antioksidan yang akan melawan radikal bebas. Melatonin juga meningkatkan efektivitas vitamin C, sumber antioksidan lainnya.

8. Melalui serangkaian studi dan penelitian ditemukan bahwa kurang tidur memiliki efek berpotensi berbahaya pada ekspresi gen, yaitu pemicu sering grogi.

9. Penemuan baru dari para ahli dari the University of Birmingham Inggris Raya menyatakan bahwa dengan mengurangi tidur, fungsi-fungsi pembuluh darah dan pernapasan akan terganggu.

10. Sebuah studi yang dilakukan selama 10 tahun terhadap 16.000 orang oleh para peneliti di Copenhagen University menghubungkan antara kurang tidur dengan peningkatan risiko kematian.

Ini Ternyata Posisi Tidur Suami Istri Sesuai Sunnah Nabi

TIdur suami istri tentu saja berbeda dengan tidur seseorang yang masih lajang. Jika sendirian, maka kita dianjurkan oleh Nabi untuk miring ke kanan

“Jika engkau hendak menuju pembaringanmu, maka berwudhulah seperti engkau berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlahlah di rusukmu sebelah kanan…” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Nah, sedangkan posisi tidur suami istri yang sesuai sunnah Nabi, suami istri tetap miring ke kanan dan sang istri ada di depan, sang suami ada di belakang sambil memeluk istrinya.
Jadi keduanya dapat sunnah posisi tidur miring ke kanan.

Hasil gambar untuk ibu kurang tidur

Wahai, Ibu, Meski Sedang Kesal dan Marah, Namun Tetaplah Hindari 10 Jenis Hukuman yang Bikin Anak Minder dan Trauma Ini

Hasil gambar untuk ibu kesal anak

Dalam mendidik anak, orang tua tentu pernah menghadapi perilaku buah hati yang tak sesuai.
Untuk mengarahkannya, tak jarang hukuman diberikan.

Sebenarnya hukuman bisa saja diberikan kepada anak, asalkan relevan, sesuai dengan usia anak, dan dapat memicu perilaku positif atau yang diinginkan setelah hukuman diberikan.

“Pemahaman yang dangkal terhadap efektivitas hukuman, membuat mereka memberlakukan hukuman yang belum tentu efektif terhadap anak atau bahkan menimbulkan dampak yang lebih negatif terhadap anak,” kata Ine Indriani, M.Psi., Psikolog Anak.

Untuk itu, hindari jenis hukuman yang seperti ini, ya, agar tak menimbulkan trauma dan mereka jadi sensitif.

1. Memarahi anak didepan teman-temannya. Hal ini membuat anak merasa malu sehingga menimbulkan rasa rendah diri.

2. Menggunakan kekerasan fisik (memukul, menjewer, menggunakan benda). Hal ini termasuk kekerasan pada anak.

3. Mengurung anak di dalam ruangan gelap atau tertutup.
Hal ini dapat menimbulkan trauma lain pada anak atau menimbulkan reinforcement karena anak punya waktu sendiri di kamar.

4. Menghukum dengan tidak memberikan makan.
“Makan adalah hak semua orang untuk tumbuh kembang anak. Sebaiknya hindari menghukum dengan berkaitan dengan makan.”

5. Menghukum dengan memaki dan membanding-bandingkan anak. Hal ini menimbulkan rasa rendah diri, anak punya persepsi bahwa dirinya nakal.
6. Menghukum dengan tugas rumah yang berlebihan dan tidak sesuai dengan kapasitas anak.
Misalnya, menghukum anak usia 6 tahun dengan menyetrika, menyapu, mengepel, atau memasak.

7. Menghukum anak dengan harus belajar berjam-jam tanpa henti.
“Hal ini membuat anak menjadi tidak suka dengan pelajaran dan melebihi kapasitas kemampuan fisik dan mentalnya.”

8. Menghukum anak dengan tidak memperbolehkan masuk ke dalam rumah selama berjam-jam.
Melanggar hak anak dan tidak relevan, serta menimbulkan rasa tidak aman.

9. Menghukum dengan membuang mainan-mainan anak.
“Menimbulkan trauma pada anak. Akibatnya, anak akan melihat bahwa membuang barang-barang yang sudah dibeli atau masih bagus adalah hal yang boleh dilakukan.”

10. Menghukum dengan menakut-nakuti atau mengancam dengan hal yang tidak benar.
Mengatakan ‘Kalau kamu tidak mengerjakan pekerjaan rumah, Pak Polisi akan ke rumah, dokter akan menyuntik’.

“Ini menimbulkan rasa cemas pada anak. Jika anak tahu orang tua berbohong, anak belajar bahwa berbohong adalah hal yang boleh dilakukan dan juga belajar manipulasi.”

Lalu bagaimana cara memberi hukuman yang hasilnya efektif pada anak?

Hasil gambar untuk ibu kesa pada anak

Lakukan 5 hal berikut:

1. Tegurlah anak terlebih dahulu.

2. Berikan apresiasi kalau anak kemudian melakukan hal positif atau sesuai harapan.
“Terkadang karena terlalu fokus dengan perilaku negatif, orang tua atau sekolah mengabaikan perilaku positif yang telah dilakukan anak meskipun hanya kecil.”

3. Berikan hukuman yang relevan dan sesuai dengan usia anak.
Misalnya, bila anak melanggar aturan di rumah, dia tidak boleh menonton channel televisi tertentu pada jam tertentu.

4. Berikan hukuman sesuai usia anak.

5. Bahas bersama mengenai kesalahan yang ia buat dan bahas mengenai apa yang akan dilakukan anak kemudian.

Ini Lho, Kelebihan Suami yang Mau Sabar Mendengarkan Curhat Para Istri. Karena Gak Gampang Lho Dengerin Curhat Istri Itu..

Hasil gambar untuk suami perhatian istri

Hidup boleh keras, tapi selama ada seseorang yang mau mendengar keluh kesah kita, maka semuanya terasa baik adanya.

Kalau harus jujur, porsi bicara istri biasanya lebih banyak dari suami. Namanya juga perempuan, wajar kalau suka bicara atau cerewet. Sudah seperti takdir, ya. Hehe.

Makanya, sebab istri lebih banyak bicara, bagusnya sih suami suka mendengar. Sebab suami yang mau mendengar itu bisa memahami istri lebih baik dari yang tak suka mendengar. Serius lho.

Tidak semua orang suka mendengarkan. Bahkan, ada orang yang maunya bicara terus. Ya, mau mendengar itu sebuah kemampuan yang tidak dimiliki semua orang. Mendengar menjadikan hubungan lebih harmonis dan erat. Banyak konflik rumah tangga bermula dari hal sepele, yaitu saat kedua pasangan maunya bicara terus, tapi tidak ada yang mau mendengar.

Mau mendengar curhatan istri itu sangat penting. Istri juga harus mau lho mendengarkan cerita suami. Cuma karena suami lebih pendiam dari istri yang cerewet, maka suami memang sebaiknya belajar mendengar lebih banyak curhatan istri, ya.

Sebab banyak sekali kelebihan yang akan dimiliki suami jika rela mendengar curhatan istri selama berjam-jam.

Jangan  pernah lelah mendengar ceritanya sebab itulah tujuan Anda hidup bersama. Saling berbagi cerita dan keluh kesah agar keduanya kuat menghadapi hidup yang kian keras ini.

Hidup boleh keras, tapi selama ada seseorang yang mau mendengar keluh kesah kita, maka semuanya terasa baik adanya.

1. Suami yang mau mendengarkan lebih dicintai istri

Setiap hari ada kegiatan yang dikerjakan istri. Terkadang menyenangkan, tak jarang pula bikin kesel dan marah. Setiap aktivitas meninggalkan kesan dan perasaan dalam hati istri.

Di sanalah peran peran penting suami yang mau mendengarkan. Membiarkan istri bicara sepanjang ia mau sambil menceritakan perasaan yang tersimpan di hatinya. Bercerita membuat seseorang lega begitu pula yang dirasakan istri saat bercerita pada suami.

Jika saja, suami mau duduk tenang sambil memandangi wajah istri dengan seksama, mendengar semua keluh kesah yang dirasakannya, percayalah, Anda akan semakin dicintai istri.

Tidak ada satu perempuan yang tak suka didengarkan dengan sungguh-sungguh oleh orang yang dicintainya.

2. Mau mendengar dapat mengurangi terjadinya pertengkaran

Seperti sudah ditulis di atas, banyak pertengkaran dalam rumah tangga terjadi hanya karena kesalahan sepele, tidak ada yang mau mendengar. Suami mau ngomong terus, apalagi istri, ngotot. Dan meledaklah pertengkaran yang sia-sia.

Itu sebabnya mendengar sangat penting bagi pasangan suami istri. Belajarlah mendengar, sebab ketika tengah terjadi pertengkaran, masalah akan cepat selesai. Mau mendengar bisa memangkas waktu bertengkar dari 3 jam misalnya, menjadi hanya satu jam.

Sebab tidak akan ada banyak argumen sia-sia yang diucapkan. Suami atau istri fokus mendengarkan argumen masing-masing dan mencari solusi serta mau mengakui kesalahan jika memang salah.

Survei membuktikan, pasangan yang mau mendengar lebih harmonis ketimbang yang sama-sama suka bicara ngotot sampai berbusa-busa.

Hasil gambar untuk suami perhatian istri

3. Suami baik itu suami yang mau mendengarkan

Berdasarkan sebuah survei, kebanyakan suami baik di mata istrinya adalah suami yang mau mendengarkan dengan baik. Ya, itulah penilaian para perempuan terhadap suaminya.
Jadi, menjadi suami yang baik di mata istri itu mudah.

Cukup dengarkan apa yang dia katakan. Mendengarkan itu menambah kedekatan dan pemahaman terhadap pasangan. Sungguh, pasangan yang mau saling mendengarkan itu indah sekali.

4. Mendengarkan itu tanda cinta

Tanyakan lagi pada diri sendiri, kenapa Anda suka mendengarkan cerita pasangan? Rela duduk berjam-jam mendengarkan ceritanya sambil manggut-manggut tanpa berkata. Tentu saja, semua itu karena kasih sayang dan cinta Anda pada istri.

Maka, mendengarkan adalah tanda cinta sejati yang tak habis. Semakin mendengar malah semakin jatuh cinta seperti mata air yang selalu memberi kesegaran.

Tentu saja Anda tidak harus menyepakati semua yang ia ucapkan. Hanya saja, bukti cinta itu dengan mendengarkan baik-baik tanpa menyela atau menilainya. Kalau memang ada yang tidak baik, maka balaslah dengan baik usai istri selesai bicara.

5. Hanya dengan mendengarkan, Anda bisa jadi orang yang lebih baik

Ingat saat Anda masih kecil, Anda belajar makan, matematika, ngaji, dan lain sebagainya dengan cara mendengar. Mendengar pak guru, orangtua, dan ustad. Bukan begitu?

Membaca buku juga mendengar tuturan penulis dalam teks buku. Paling tidak, Anda tidak bicara melainkan menyimak orang lain. Begitu pula kini saat Anda sudah menikah.

Mendengarkan itu cara menambah ilmu dan kapasitas Anda sebagai seorang manusia. Semakin mau mendengar semakin baiklah Anda. Ada istilah bilang, bicara itu mengulangi apa yang kita tahu, tetapi mendengar itu membuat kita tahu hal baru.

Gambar terkait

 

Kenapa Ayah Bunda yang Harus Mengajarkan Sholat Pada Anaknya? Agar Pahalanya Mengalir Terus

Hasil gambar untuk anak diajari sholat

Sholat adalah salah satu kewajiban dalam agama islam. Dan sebaiknya orang tua lah yang harus mengajarkan sholat pada anaknya.

Kenapa? Agar pahalanya mengalir terus kepada orang tua.

Kok bisa? Ya, bisa. Karena salah satu amal jariyah yang tidak akan terputus adalah ilmu yang bermanfaat. Nah, kalau orang tua mengajarkan ilmu tentang sholat pada anak, maka pahalanya akan mengalir terus bukan?

Lalu gimana caranya mengajarkan sholat pada anak? Saya kutip dari berbagai sumber, Ayah Bunda bisa melakukannya dengan cara ini:

7 Cara Mengajar Untuk Anak Shalat Menurut Peringkat Umur

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnyya, pribahasa ini bisa kita jadikan untuk mengajar anak belajar menunaikan sholat dari ayunan.

Didalam konteks bimbingan pertama untuk anak-anak,kita bertanggungjawab untuk mengajar anak untuk sholat ialah salah satu amanah yang sangat penting dan berat bagi orang tua. Mengajar dan mendidik anak untuk sholat tidak semudah kita mengajarkan anak ABC dan 123.

kita bertanggungjawab atas hal besar ini dan pasti hadir berbagai ujian dan cobaan ini memerlukan ibu bapak yang bijaksana.

1) Ibu bapak teladan yang baik.

Ibu bapak ialah teladan yang terbaik dan terdekat untuk diikuti oleh anak.bapak yang slalu pergi ke masjid,mamanya yang slalu siap,ketika mendengar adzan dan mengatakan pada anak untuk sholat berjema’ah yaitu teladan yang terbaik untuk anak-anak bapak ibu sekalian.

2) Untuk Umur anak 0 – 2 tahun Wujudkan suasana yang shaleh shalehah

Biarpun anak-anak ketika kecil,tiada faham dan mengerti,tapi lingkungan yang senang dan shalehah akan menjadikan suasana biasa.Dia terbiasa melihat ibu dan bapaknya shalat tepat waktunya,shalat berjama’ah,dan tau tentang adzan dan mendengarkan bacaan ayat-ayat al-qur’an.

Berkata-lah dengan kata menyenangkan dan juga bercerita dengan sianak,contohnya ” Tunggu disebelah Ayah / ibu ya nak,Ibu mau shalat.” Atau bisa juga ” Terima kasih anakku sayang karena telah tunggu Ayah/ibu shalat.”

Hasil gambar untuk anak diajari sholat

3) Untuk Umur anak 2 – 3 tahun – Ajaklah anak anda

Kita Sebagai ibu ayah tidak perlu merasakan jenuh buat slalu mengajak anak shalat. Biarpun mereka tidak biasa dengan ajakkan kita.Walau mereka hanya mendengarkan dan tiada dikuti, teruslah menyebut tiap kali kita mahu shalat. ”yukk ikut Ummi/Abi shalat!”

4) Untuk Umur anak 4 – 6 tahun – buat apa kita shalat?

Telah tiba waktunya buat ibu ayah berkisah tentang kepentingan shalat pada anak anda. Pencerahan dalam bentuk cerpen bisa memberi gambaran yang bagus dan jelas pada anak.

Katakan pada anak-anak secara sering tentang masjid.Ajaklah anak ke masjid.kenalkan ahklak adab-adabnya,shalat jama’ah,hubungan sosial masyarakat dengan jama’ah yang lain dan lain sebagainya.

Kepada umur ini pula ibu ayah telah bisa mengantar anak ke TK Islamiyah yang mengajarkan anak tentang shalat biarr anak lebih mengerti dan senang untuk shalat.

5) Untuk Umur 7 – 9 tahun – Penekanannya dan tanggungjawab

Ini merupakan tahun pengokohan bagi azas shalat untuk anak.ibu ayah telah menunjukkan teladan,ajakan dan pemahamannya dari sejak lahir.Masa ini anak seharusnya telah tau apa saja yang penting dikerjakan ketika adzan,cara mengambilkan air wudhuk,gerakan shalat dan bacaannya di dalam shalat.

Biarpun tiada lancar dan tidak cermat,sekurang-nya anak telah ada azas.Mencapainya umur 9 tahun,ibu ayah telah mulai dikit tegas dan slalu ingatkan anak untuk shalat.

6) Untuk Umur 10 tahun ke atas – Denda dan hukumannya

Dalam hadist bab shalat,Nabi muhammad Saw membenarkan kita untuk memukul mereka yang tidak shalat waktu ia umurnya 10 tahun.Namun sebelum ayah ibu memukul,adakah kita sudah memberikan pengertian serta teladan yang baik buat anak?

Tiada mudah untuk ibu ayah menjatuhi hukuman dan memukul anaknya.senantiasa kita Semoga menjadi pemimpin yang adil dalam menentukan hukuman dan denda terhadap anak-anak.

7) Yang terakhir Doa

Selalu mengamalkan do’a Nabi Ibrahim As.

Berbagai sistem perlu diajarkan oleh ayah ibu dilingkungan dalam mengajak anak untuk shalat Keterpaksaan dan Kekerasan hanya dapat membuntukan sistem azas pengetahuan shalat mereka.

Agar anak-anak kita dapat mengerjakan shalat lima waktu yang merupakan ibadah yang pertama untuk seorang muslim dan muslimah. Sebagai ayah ibu kita sewajarnya memberikan pendidikan shalat secepat mungkin pada anak-anak kita mengikuti umur mereka.demikianlah tips islami untuk saat ini..terima kasih atas kunjangan sahabat semuanya.

Hasil gambar untuk anak diajari sholat

Wahai, Suami.. Biasakanlah Cium Anak dan Istri Saat Keluar Rumah. Jangan Langsung Melengos..

Gambar terkait

BIASAKAN CIUM ANAK DAN ISTRI SAAT KELUAR RUMAH.
Para Ayah, Baca Ini!

Dear ayah bunda,

Selalu Berpamitan Sebelum Keluar Rumah. Sebelum berangkat bekerja dipagi hari, biasakanlah cium anak dan istri Anda. Dengan begitu ada kebahagiaan yang mereka dapatkan dari ayah tercinta. Cium kening mereka satu persatu dan ciumlah pipi kanan dan kiri mereka dengan penuh kelembutan hati.

Berpamitan dengan cara berciuman adalah salah satu bentuk kasih sayang seorang ayah kepada anaknya dan seorang suami kepada istrinya.

Terkadang kita sering meremehkan hal kecil yang satu itu. Ciuman sering kita lupakan dalam keseharian kita. Kita terlampau pelit memberikan kecupan dikening, kepada buah hati kita. Pada hal ciuman adalah salah satu sarana untuk menyampaikan rasa sayang kepada mereka. Dengan begitu akan ada kedamaian dihati mereka. Kecupan lembut dan mesra dari suami kepada istri atau dari seorang ayah kepada anak-anaknya sangat diperlukan.

Ketika berangkat dipagi hari, anak dan istrimu masih tertidur. Tentu ada cara lembut untuk membangunkan mereka. Ciumilah satu persatu mereka seraya berkata dengan penuh kelembutan, “Ayah berangkat, ya sayang.

RAHASIA MANFAAT DIBALIK PELUKAN DAN CIUMAN PADA ANAK DAN ISTRI

Banyak penelitian telah membuktikan betapa besar pengaruh dari sentuhan, pelukan dan ciuman orang tua terhadap tumbuh kembang anak termasuk kecerdasan anak. Beberapa hasil penelitian adalah sebagai berikut:

1. Sentuhan dari orang yang kita sayangi akan meningkatkan jumlah hemoglobin di dalam darah. Hemoglobin merupakan salah satu bagian dari tubuh yang membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk jantung dan otak. Suplai hemoglobin yang meningkat ini dipercaya secara ilmiah akan mempercepat proses penyembuhan setelah sakit.

2. Pada bayi prematur, pelukan dari sang ibu bisa membuatnya lebih kuat dan mempercepat perkembangan tubuh serta otak. Penelitian dari Bliss Hospital di Montreal, bayi prematur yang dipeluk ibu jadi lebih cepat kuat, sehat dan besar ketimbang hanya ditempatkan di inkubator.

3. Penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of Epidemiology and Community Health mengungkapkan fakta bahwa bayi yang sedari lahir selalu diberi sentuhan (pelukan, ciuman, belaian) pertanda kasih sayang oleh orangtuanya tumbuh menjadi pribadi yang tak mudah stres.

4. Pelukan yang dilakukan sebanyak empat kali per hari bisa menjauhkan depresi, sementara delapan pelukan sehari akan memberikan kestabilan mental yang lebih kokoh, dan 12 pelukan sehari akan membantu perkembangan psikologis seseorang.

5. Penelitian lain menyebutkan manfaat pelukan, di antaranya mengurangi stres, membantu pola tidur yang sehat, memberi semangat, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

6. Dr. Coolam yang melakukan penelitian kepada ribuan orang membuktikan bahwa ciuman di pagi hari melahirkan keistimewaan dan susunan kimiawi tertentu, seperti memberikan perasaan senang dan lapang.

7. Penelitian Bernie Siegel membuktikan tentang khasiat ciuman seorang istri pada suaminya maupun seorang ibu pada anak-anaknya. Sampel diambil dari kalangan peserta (suami) yang naik mobil pribadi ke kantor. Peserta dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama adalah para suami yang berangkat ke kantor dengan terlebih dahulu dicium oleh sang istri dan kelompok kedua adalah mereka yang pergi ke kantor tanpa dicium oleh sang istri. Setelah beberapa waktu ditemukan bukti yang menakjubkan bahwa suami yang pergi ke kantor dengan ciuman sang istri memiliki kemungkinan kecil mengalami kecelakaan di perjalanan daripada mereka yang berangkat kerja tanpa merasakan kecupan mesra dari sang istri.

8. Penelitian yang dilakukan oleh salah satu lembaga asuransi di Amerika tentang pengaruh ciuman terhadap kehidupan manusia menemukanbahwa sesungguhnya ciuman di pagi hari antara suami istri memegang peranan penting yang lebih menyembuhkan daripada buah apel. Suami yang mencium istrinya di pagi hari sebelum menuju tempat kerjanya, akan merasa tenang saat bekerja. Selain itu, ciuman juga memberikan kelapangan berpikir, kepuasan, kebahagiaan, serta kerelaan.

9. Penelitian yang dilakukan psikolog Edward R. Christopherson. Ph.D, menemukan bahwa pelukan lebih efektif daripada pujian atau ucapan sayang karena membuat anak merasa dicintai dan dihargai serta memberikankedekatan dan kekuatan getaran batin antara orangtua dan anak.

10.Dalam bukunya ëThe Hug Therapyí, psikolog Kathleen Keating menyebutkan bahwa pelukan juga dapat meningkatkan kecerdasan otak dan IQ anak serta dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi stres.

Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa kebiasan baik memberi skin to skin contact berdasarkan penelitian akan membuat anak merasa lebih aman dan nyaman. Secara emosi dapat membuat kondisi jiwanya tetap terpelihara dan sehat. Anakpun dapat merasakan langsung bahwa kehadirannya diharapkan, disayangi, sekaligus diperhatikan oleh orang tuanya. Akhirnya ia akan tumbuh menjadi pribadi yang stabil, mantap, dan penuh percaya diri.

Tidak hanya itu, sentuhan penuh kasih sayang yang diberikan orang tua juga dapat berdampak secara kognitif pada anak. Sambil memeluk dan membelai kepala anak, orang tua dapat memberi masukan mengenai hal-hal baik yang perlu dilakukan olehnya. Masukan-masukan dalam situasi positif semacam itu akan lebih mudah diproses dalam pikirannya.

Semoga bermanfaat 🙂
Please Like and Share!!

Hasil gambar untuk suami cium anak istri

Efek Samping Madu Gemuk Anak

Banyak orang galau terutama para bunda di rumah yang ingin memberikan madu penambah berat badan anak dan mencari tahu di google apakah ada efek samping madu gemuk anak itu?

Benar, sebagai orang tua kita patut waspada karena ini menyangkut kesehatan dan nyawa sang buah hati. Meskipun kondisi saat ini terlihat kurus, kering kurang suka makan meski telah apapun dicoba termasuk memberikan makanan kesukaannya.

Nah, seharusnya kita sebagai orang tua mau menyelidiki terlebih dahulu mengapa anak tidak suka makan? ini tentu berkait dengan psikologis sang anak yang tidak doyan makan. Pada artikel cara mengatasi anak susah makan, telah kami jelaskan sebab-sebabnya dan bagaimana cara Anda membuat anak mau makan.

Kembali ke topik utama, adakah efek samping madu gemuk anak?

Ada dan tidak ada. Nah, lo…kok bisa?

Ada jika sumber madu anak yang digunakan untuk diberikan kepada anak adalah madu sembarangan. madu yang kita tidak tahu bagaimana cara memperoleh, menyimpan, kadar air dan kada keaslian termasuk manis alami madu itu sendiri.

Jangan salah bunda, saat ini banyak sekali madu yang beredar yang kita tidak tahu kejujuran penjualnya. Demi meraup uang kadangkala manisnya madu ditambah dengan madu singkong. Coba cari informasinya di google untuk lebih valid.

Sebaiknya untuk mengurangi efek samping madu gemuk anak, Anda bisa memastikan dengan cara :

  1. Apakah madu yang dijual adalah madu ternak, madu hutan atau madu hasil keduanya kemudian dicampur dengan bahan-bahan lain atau tidak.
  2. Apakah produk madu gemuk anak yang dijual sudah didaftarkan di dinas kesehatan untuk meyakinkan kita sebagai konsumen akan kualitas madu gemuk anak tersebut.

Jika produk madu gemuk anak benar-benar berkualitas, maka sangat sedikit ditemukan komplain pelanggan yang menyatakan madu gemuk anak yang dikonsumsi tidak bagus.

MADU GEMUK ANAK GIZIDAT KUALITAS BAGUS TANPA EFEK SAMPING

Agar tidak selalu gelisah dengan polemik efek samping madu gemuk Anak, mari kami perkenalkan Gizidat Madu Gemuk Anak Ekstrak Ikan Sidat, Curcuma Plus Probiotik.

Madu ini adalah Pioner / Madu No. 1 Pertama di Indonesia yang menggunakan bahan baku ikan sidat yang kandungan albumin dan proteinnya lebih baik dibandingkan dengan ikan salmon dan ikan gabus.

Bunda tidak perlu khawatir, Insya Allah Gizidat Madu Gemuk Anak ini tidak memiliki efek samping, karena Gizidat telah mendapatkan sertifikasi dari Dinas Kesehatan dan dinyatakan bahwa produk ini layak untuk dikonsumsi oleh anak-anak usia 1-12 tahun.

Gizidat Madu Gemuk Anak mengandung 4 komponen utama :

  • Madu Hutan / bukan madu ternak. Sehingga kualitas madu lebih baik, kayak akan flora dan organik. Didapatkan dari pedalaman hutan di kalimantan dan sumatra.
  • Curcuma
  • Ekstrak Ikan Sidat
  • Probiotik

Mengapa Menggunakan Ikan Sidat?

karena di dalam ikan sidat mengandung:

  1. vitamin B1, 25 kali lipat susu sapi
  2. vitamin B2, 5 kali lipat susu sapi
  3. vitamin A, 45 kali lipat susu sapi,
  4. kandungan zinc (emas otak) 9 kali lipat susu sapi.
  5. Protein Albumin, Omega 3 , 6, 9 Vitamin B dan Zinc.

Untuk merangsang tumbuh kembang anak terutama agar badan menjadi terlihat gemuk, maka gizidat diberi tambahan unsur temulawak / curcuma yang sudah sejak lama dan secara ilmiah diyakini memiliki efek yang bagus sekali untuk merangsang nafsu makan anak Anda.

Tidak cukup dengan itu, Madu Hutan yang ada di Gizidat juga mengandung probiotik yakni bakteri baik yang berfungsi untuk menyeimbangkan jumlah bakteri yang ada di usus Anak Anda.

Jika hanya terdapat sedikit saja bakteri probiotik yang ada dalam usus sang Anak, bisa dipastikan penyerapan sumber makanan akan menjadi kurang optimal sehingga gizi dan nutrisinya tidak bisa sepenuhnya bisa diserap oleh tubuh.

Sudah banyak testimoni mengenai gizidat ini loh bunda..jadi jangan khawatir mengenai efek samping madu gemuk anak. Asalkan bunda pakai gizidat…

nb : Gizidat madu anak karena mengandung ekstrak ikan sidat hanya tidak diperbolehkan untuk diberikan kepada anak-anak yang menderita alergi terhadap ikan laut dan alergi terhadap putik sari / madu atau ada riwayat semacam itu pada orangtuanya.

Segera Pesan Gizidat Sekarang Juga…………………

Sabar ya Bunda, Anak Kecil Itu Takut “Kehilangan” Ibunya, Makanya “Ngintil” Kemana-Mana

Hasil gambar untuk nycta gina dan anaknya

Sabar ya Bunda, Anak Kecil Itu Takut “Kehilangan” Ibunya, Makanya “Ngintil” Kemana-Mana

Dear, Bunda yang sering banget anaknya lengket kayak perangko. Yang namanya anak sudah sewajarnya kalau nempelnya sama ibunya. Bahkan “aneh” kalau ada aneh kok gak dekat sama ibunya.

Kenapa bisa begitu? Ya, karena ikatan batin itu sudah terjalin semenjak anak dalam kandungan. Bayangkan saja selama 9 bulan 10 hari bayi tumbuh dengan asupan nutrisi dari ibunya dan terhubung langsung dengan suasana hati dan fisik ibunya.

Karena itu sangat wajar bila begitu lahir anak akan nempel pada ibunya. Seperti mengulangi masa-masa dalam kandungan.

Anak-anak yang sehat itu paling nyaman kalau berada di dekat ibunya

Hanya kondisi luar biasa yang bisa membuat anak tak nyaman dengan ibunya. Entah karena ibu galak banget sama anak atau persoalan lain. Tapi secara umum anak itu paling nyaman kalau berada di dekat ibunya.

Setiap anak akan mengalami fase lengket sama ibunya. Ia membutuhkan rasa aman dan nyaman. Justru bila anak kok tidak lengket pada ibunya, bisa jadi ia mengalami fase yang tidak sehat.

Lihat saja, saat anak nangis dipegang ayahnya belum diam. Didekati neneknya malah berontak. Tapi begitu ketemu ibunya, langsung deh tenang dan adem. Berada dalam pelukan ibu selalu menenangkan. Bahkan kita yang telah dewasa pun merasakan hal itu. Betul?

Anak lengket dengan ibu, bisa jadi karena ibunya over protective

Tapi bisa juga anak lengket, nempel dan ngintil ibunya karena si ibu terlalu over protective. Memang ada beberapa ibu yang terlalu sayang banget sama anaknya, hingga malah membuat tumbuh kembang anak tidak berjalan semestinya. Misalnya saja, melarang anak bermain dan bersosilisasi dengan teman-temannya di luar, melarang anak untuk lari-lari, padahal anak butuh kegiatan fisik untuk melatih motoriknya.

Jangan sampai kasih sayang ibu malah menjadi penghambat tumbuh kembang anak.Orang tua memang mesti mencintai anaknya sepenuh hati, tapi orang tua juga harus ingat bahwa anak-anak kita kelak akan tumbuh dewasa dan menghadapi tantangan. Maka sebaiknya kita harus mendidiknya agar menjadi anak yang tangguh sejak dini.

Iya, anak nyaman di dekat ibu, tapi tetap didik ia agar jadi anak mandiri

Ya, anak selalu nyaman berada di dekat ibunya apalagi bila usianya masih balita. Tapi kita tetap melatihnya agar mandiri sejak dini. Kemandirian adalah kunci agar anak tidak tumbuh terlalu manja dan agar ia bisa menghadapi masa depannya dengan tangguh dan kuat.

Latihlah anak mandiri sesuai dengan tahapan usianya. Jangan memaksa anak untuk langsung bisa dalam segala hal. Tidak, kita tidak akan bisa melakukan hal itu. Kenali tahapan-tahapan tumbuh kembang anak, lalu latih dan asah.

Misalnya anak usia satu tahun, mulai belajarkan untuk minum dengan tangannya sendiri. Dampingi anak untuk mengambil handuknya sendiri saat mau mandi. Tapi anak usia satu tahun jangan disuruh mandi sendiri, tentu ia belum bisa melakukannya.

Sekali lagi, didiklah anak mandiri sesuai tahapan usianya. Lakukan hal itu sembari memberikan pengertian padanya dan menanamkan nilai-nilai kehidupan.

Nikmati fase anak lengket dan ngintil selalu, karena fase ini sangatlah singkat dan sangat berharga

Waktu selalu berjalan tetap tapi kadang kita merasakannya sangat cepat. Hari ini anak-anak mungkin sangat lengket dengan orang tua. Ngintil kemana-mana. Ditinggal nangis, dan kadang kita kehilangan kesabaran saat menghadapinya.

Apabila saat-saat kehilangan rasa sabar itu datang, ingatlah selalu bahwa fase ini akan kita lewati. Fase ini akan terlewat dan kita pasti akan merindukan masa-masa itu lagi. Si kecil pastinya tidak akan lengket dan ngintil lagi sama orang tuanya saat ia berusia belasan tahun bukan? Bahkan ia akan berpisah dengan kita, mungkin, saat usianya puluhan tahun dan menikah lalu punya anak.

Suatu hari nanti tentu kita akan merindukan masa-masa saat anak masih kecil itu. Saat ia dengan manjanya berada di pelukan kita. Kita akan melihat foto-foto si kecil dan mengenang bahwa dahulu ia pernah menangis hanya gara-gara ditinggal ke toilet.

Maka nikmatilah masa-masa ini. Nikmatilah fase-fase ini dengan hati yang lapang dan berbahagia, karena momen ini tak akan pernah terulang lagi. Bersabarlah menghadapi tingkah anak. Hadapilah dengan hati yang dingin, dan kita merawat serta mendidiknya dengan sepenuh hati untuk kebaikan anak dunia dan akhirat.

Perubahan Hormonal pada Anak

Hasil gambar untuk anak 2 tahun susah diatur

Dear Moms,

Pertumbuhan dan perkembangan anak menuju remaja diiringi dengan adanya perubahan hormonal pada anak. Tentu saja perubahan ini mengakibatkan adanya perbedaan secara fisik maupun fungsi metabolisme anak yang bersangkutan.

Perubahan paling utama adalah terkait dengan kematangan seksual anak. Pada anak laki-laki, mulai berfungsinya hormon seksual berupa androsteron dan testosteron dapat mengakibatkan adanya perubahan fisik berupa tubuh menjadi semakin jangkung, otot menguat, rahang mengeras dan tumbuh bulu di beberapa tempat seperti di area kemaluan, pada janggut dan juga kumis. Bulu lengan, kaki dan dada juga mulai tumbuh.

Selain itu pada anak laki-laki mulai tumbuh jakun dan suara menjadi berat dan lebih kasar. Anak lekai-laki yang mulai akil baligh juga mendapatkan mimpi basah. Ketertarikan kepada wanita juga mulai terjadi. Seorang laki-laki yang telah mengalami perubahan menjadi pria dewasa ini mulai tumbuh rasa tanggung jawab dan sikap mandiri.

Perubahan hormonal pada anak perempuan sering terjadi lebih dini dibandingkan anak laki-laki. Anak perempuan mulai mengalami masa pubertas dapat di kisaran usia 9 hingga 12 tahun, meskipun ada yang lebih lambat atau malah lebih dini dari usia tersebut, tergantung faktor gizi dan juga keturunan. Pada anak perempuan, pubertas ditandai dengan mulai tumbuhnya payudara, kulit menjadi semakin mulus, lekuk tubuh mulai nampak terlihat dan terjadi menstruasi untuk yang pertama kali. Seroang perempuan yang sudah mulai memasuki masa pubertas menjadi lebih sensitif perasaannya, semakin ingin dimanja, mulai timbul ketertarikan kepada pria, senang mematut diri di depan cermin dan lain sebagainya.

Memang antara pria dan wanita terjadi perbedaan rentang waktu mulainya masa pubertas. Pada anak wanita yag cenderung lebih cepat, sering menimbulkan keresahan ketika dirinya telah mengalami menstruasi ketika masih duduk di sekolah dasar, sementara rekannya laki-laki masih kekanak-kanakan dan belum memiliki tanggung jawab lebih. Terkadang perempuan yang sudah puber diolok-olok rekannya lelaki yang dpat menimbulkan rasa kurang percaya diri.

Perubahan hormonal  pada anak juga dapat diikuti dengan berbagai masalah seperti masalah timbulnya jerawat yang dapat mengakibatkan rasa rendah diri, namun dapat diatasi dengan cara rajin merawat wajah dan mengkonsumsi makanan bergizi sehingga daya tahan tubuh meningkat.

 

Oleh Sebab itu Moms sahabat Gizidat, jangan lupa dan harus rajin ya memperhatikan segala pubahan pada ananda tecinta. Biar anak kita makin yahuud……jangan lupa suplemen khusus madu yang mengandung Ekstrak Ikan Sidat yang kaya akan Omega 3 untuk stimulasi kecerdasan otak serta probiotik untuk ketahanan tubuhnya……………………..

5 Kesalahan Orangtua Saat Melatih Anak Toilet Training

Hasil gambar untuk toilet training

 

Dear Mom,

Ketika anak memasuki usia dua tahun, orangtua mulai mengajarkan mereka untuk buang air kecil atau besar di toilet. Saat proses belajar ini berlangsung, jangan sampai Anda melakukan kesalahan-kesalahan berikut yang justru bisa membuat anak semakin malas untuk toilet training.

Toilet training, begitu istilah populer untuk melatih si kecil buang air kecil atau besar di kamar mandi. Beberapa anak menunjukkan keinginannya untuk belajar BAB dan BAK di kamar mandi saat usia dua tahun. Ada juga anak yang belum mau melakukannya meski usia mereka sudah 2,5 tahun atau lebih.

Kapan waktu yang tepat untuk mengajari anak toilet training? Sebenarnya orangtua tidak perlu buru-buru melakukannya, kalau anak memang terlihat belum siap. Wolipop pernah menuliskan di sini, hal-hal apa saja yang perlu diketahui orangtua untuk melihat kesiapan anak.

Jika dari pengamatan Anda anak sudah siap melakukan toilet training, hindari beberapa kesalahan yang umum dilakukan orangtua berikut ini, seperti dipaparkan Baby Center:

1. Terlalu Dini
Sebaiknya jangan mengajari si kecil melakukan toilet training jika memang dia belum siap. Kalau anak diajari terlalu dini, kemungkinan proses belajar itu akan selesai lebih lama. Seperti sudah dijelaskan di atas, tidak ada yang tahu di usia berapa tepatnya anak mulai diajari BAB dan BAK di toilet, semuanya tergantung dari perkembangan anak. Namun sebagian besar balita memiliki kemampuan untuk mempelajari hal tersebut di usia 18 dan 24 bulan. Ada juga beberapa balita yang belum siap sampai usianya tiga atau empat tahun. Jadi sebenarnya orangtualah yang tahu kapan waktu paling tepat mengajari anak toilet training dengan mengamati perkembangan fisik, kognitif dan perilakunya.

Ketika proses belajar toilet training ini sudah dimulai biasanya butuh waktu tiga bulan atau lebih lama. Oleh karena itu Anda harus banyak bersabar dan tetap mendukung anak melaluinya. Kalau ternyata proses belajar ini tidak sukses setelah beberapa minggu dijalankan, bisa jadi anak memang belum siap. Tunggu beberapa minggu dan coba lagi dari awal.

2. Memulai di Waktu yang Salah
Bukan ide yang baik jika Anda mulai mengajari anak untuk toilet training ketika ternyata dia akan memiliki adik dalam waktu dekat. Waktu lainnya yang tidak tepat misalnya ketika anak berganti pengasuh atau masa-masa peralihan lain dalam hidupnya.

Yang Anda harus selalu ingat, balita sangat perlu rutinitas agar dia bisa memahami apa yang sedang diajarkan padanya. Sehingga perubahan apapun yang tidak sejalan dengan kesehariannya atau rutinitasnya itu bisa jadi kemunduran untuknya. Jadi sebaiknya tunggu hingga situasi memungkinkan, misalnya ketika si bungsu sudah lahir atau baby sitter baru sudah datang, baru mulai mengajarinya toilet training.

3. Membuatnya Menjadi Beban
Ketika anak sudah menunjukkan ketertarikannya untuk buang air kecil atau besar di kamar mandi, itu tentu sangat baik. Namun sebaiknya Anda jangan terlalu mendorong atau menekannya untuk terus melakukan langkah tersebut. Hindari juga memaksa anak untuk belajar dengan cepat. Kalau anak tertekan, dia bisa jadi sulit BAB atau mengalami masalah lainnya.

Berikan anak waktu dan biarkan dia menjalani proses belajar tersebut sesuai kemampuannya. Anak akan belajar setahap demi setahap, misalnya awalnya dia sudah mau menunjukkan ekspresi berbeda ketika ingin BAB atau BAK, tahap berikutnya, anak mengungkapkan keinginannya, tahap lanjutan si kecil mengajak Anda ke kamar mandi, dan seterusnya.

4. Mengikuti Aturan Orang Lain
Melatih anak untuk BAB atau BAK di toilet butuh kesabaran dan waktu. Setiap minggunya juga bisa semakin sulit apalagi jika Anda mendengarkan omongan orang lain seperti ibu Anda, mertua, atau orang lain yang lebih senior dan merasa lebih tahu. Ketika mereka menasihati Anda agar mempercepat proses belajar toilet training atau memberitahukan agar anak segera diajari BAB atau BAK di kamar mandi, sebaiknya jangan terpengaruh. Seperti sudah dikatakan sebelumnya, jika ternyata anak belum siap, proses toilet training ini malah bisa berlangsung lebih lama.

5. Menghukum Anak
Menghukum atau marah pada anak ketika dia tidak benar-benar mau toilet training justru tak akan menyelesaikan masalah dan bisa membuatnya belajar. Pahamilah kalau penolakan anak ini wajar dan jika Anda memberi hukuman hanya akan membuatnya semakin malas belajar BAB atau BAK di toilet. Anak malah akan takut jika dia berbuat kesalahan itu akan membuat Anda marah. Berikan respon dengan bijak dan tenang ketika anak misalnya lupa ke kamar mandi untuk BAK.

©2019 Madu Gizidat. Beautiful Creation by Geraima