fbpx

Sabar ya Bunda, Anak Kecil Itu Takut “Kehilangan” Ibunya, Makanya “Ngintil” Kemana-Mana

Hasil gambar untuk nycta gina dan anaknya

Sabar ya Bunda, Anak Kecil Itu Takut “Kehilangan” Ibunya, Makanya “Ngintil” Kemana-Mana

Dear, Bunda yang sering banget anaknya lengket kayak perangko. Yang namanya anak sudah sewajarnya kalau nempelnya sama ibunya. Bahkan “aneh” kalau ada aneh kok gak dekat sama ibunya.

Kenapa bisa begitu? Ya, karena ikatan batin itu sudah terjalin semenjak anak dalam kandungan. Bayangkan saja selama 9 bulan 10 hari bayi tumbuh dengan asupan nutrisi dari ibunya dan terhubung langsung dengan suasana hati dan fisik ibunya.

Karena itu sangat wajar bila begitu lahir anak akan nempel pada ibunya. Seperti mengulangi masa-masa dalam kandungan.

Anak-anak yang sehat itu paling nyaman kalau berada di dekat ibunya

Hanya kondisi luar biasa yang bisa membuat anak tak nyaman dengan ibunya. Entah karena ibu galak banget sama anak atau persoalan lain. Tapi secara umum anak itu paling nyaman kalau berada di dekat ibunya.

Setiap anak akan mengalami fase lengket sama ibunya. Ia membutuhkan rasa aman dan nyaman. Justru bila anak kok tidak lengket pada ibunya, bisa jadi ia mengalami fase yang tidak sehat.

Lihat saja, saat anak nangis dipegang ayahnya belum diam. Didekati neneknya malah berontak. Tapi begitu ketemu ibunya, langsung deh tenang dan adem. Berada dalam pelukan ibu selalu menenangkan. Bahkan kita yang telah dewasa pun merasakan hal itu. Betul?

Anak lengket dengan ibu, bisa jadi karena ibunya over protective

Tapi bisa juga anak lengket, nempel dan ngintil ibunya karena si ibu terlalu over protective. Memang ada beberapa ibu yang terlalu sayang banget sama anaknya, hingga malah membuat tumbuh kembang anak tidak berjalan semestinya. Misalnya saja, melarang anak bermain dan bersosilisasi dengan teman-temannya di luar, melarang anak untuk lari-lari, padahal anak butuh kegiatan fisik untuk melatih motoriknya.

Jangan sampai kasih sayang ibu malah menjadi penghambat tumbuh kembang anak.Orang tua memang mesti mencintai anaknya sepenuh hati, tapi orang tua juga harus ingat bahwa anak-anak kita kelak akan tumbuh dewasa dan menghadapi tantangan. Maka sebaiknya kita harus mendidiknya agar menjadi anak yang tangguh sejak dini.

Iya, anak nyaman di dekat ibu, tapi tetap didik ia agar jadi anak mandiri

Ya, anak selalu nyaman berada di dekat ibunya apalagi bila usianya masih balita. Tapi kita tetap melatihnya agar mandiri sejak dini. Kemandirian adalah kunci agar anak tidak tumbuh terlalu manja dan agar ia bisa menghadapi masa depannya dengan tangguh dan kuat.

Latihlah anak mandiri sesuai dengan tahapan usianya. Jangan memaksa anak untuk langsung bisa dalam segala hal. Tidak, kita tidak akan bisa melakukan hal itu. Kenali tahapan-tahapan tumbuh kembang anak, lalu latih dan asah.

Misalnya anak usia satu tahun, mulai belajarkan untuk minum dengan tangannya sendiri. Dampingi anak untuk mengambil handuknya sendiri saat mau mandi. Tapi anak usia satu tahun jangan disuruh mandi sendiri, tentu ia belum bisa melakukannya.

Sekali lagi, didiklah anak mandiri sesuai tahapan usianya. Lakukan hal itu sembari memberikan pengertian padanya dan menanamkan nilai-nilai kehidupan.

Nikmati fase anak lengket dan ngintil selalu, karena fase ini sangatlah singkat dan sangat berharga

Waktu selalu berjalan tetap tapi kadang kita merasakannya sangat cepat. Hari ini anak-anak mungkin sangat lengket dengan orang tua. Ngintil kemana-mana. Ditinggal nangis, dan kadang kita kehilangan kesabaran saat menghadapinya.

Apabila saat-saat kehilangan rasa sabar itu datang, ingatlah selalu bahwa fase ini akan kita lewati. Fase ini akan terlewat dan kita pasti akan merindukan masa-masa itu lagi. Si kecil pastinya tidak akan lengket dan ngintil lagi sama orang tuanya saat ia berusia belasan tahun bukan? Bahkan ia akan berpisah dengan kita, mungkin, saat usianya puluhan tahun dan menikah lalu punya anak.

Suatu hari nanti tentu kita akan merindukan masa-masa saat anak masih kecil itu. Saat ia dengan manjanya berada di pelukan kita. Kita akan melihat foto-foto si kecil dan mengenang bahwa dahulu ia pernah menangis hanya gara-gara ditinggal ke toilet.

Maka nikmatilah masa-masa ini. Nikmatilah fase-fase ini dengan hati yang lapang dan berbahagia, karena momen ini tak akan pernah terulang lagi. Bersabarlah menghadapi tingkah anak. Hadapilah dengan hati yang dingin, dan kita merawat serta mendidiknya dengan sepenuh hati untuk kebaikan anak dunia dan akhirat.

©2019 Madu Gizidat. Beautiful Creation by Geraima