fbpx

Ingin Mendisiplinkan Anak? Cara Bunda Glory Ini Bisa Ditiru Ya Moms…..

Ingin Mendisiplinkan Anak? Cara Ini Bisa Ditiru Moms

Usia Harvey mendekati 16 bulan, di tahap ini tidak hanya keingintahuannya yang tinggi dengan memanjat perabotan dan membongkar barang, tapi emosinya juga sudah semakin berkembang.

Jika dilarang atau dinasehati agar tidak melakukan suatu hal, Harvey mudah kecewa dan pelampiasannya dengan melempar barang atau memukul wajah saya atau pengasuhnya.

Tentu saya tidak ingin Harvey terus mempertahankan perilaku buruk ini.

Tapi untuk mendisiplin dengan memukul saya belum tega.

Walaupun Harvey belum bisa bicara lancar, tapi di usianya ini dia sudah mengerti perintah dan kalimat sehingga sebenarnya paham apa yang kita larang.

Tapi namanya juga anak pertama, semuanya serba khawatir, jika dipukul apakah nanti anak tidak trauma atau jadi membenci kita?

Umur berapa seharusnya mulai diterapkan hukuman disiplin?

BACA JUGA : Wahai, Ibu, Meski Sedang Kesal dan Marah, Namun Tetaplah Hindari 10 Jenis Hukuman yang Bikin Anak Minder dan Trauma Ini

Setelah membaca beberapa referensi dan ngobrol dengan ibu–ibu yang lebih senior, saya dan suami sepakat untuk mendisiplinkan Harvey tapi dengan “cara kami”.

Jadi moms, saya melakukannya dengan cara “iron fist in a velvet glove” alias tegas tapi tetap lembut.

Nah kurang lebih begini, saat Harvey merengek karena dilarang nonton video di gadget, kami akan konsisten melarang dan membiarkannya menangis.

Tapi kemudian saya atau suami akan mencari pengalihan seperti mengajaknya keluar ke halaman rumah sebentar atau mengajaknya bermain dengan buku bacaan atau mainan non-digital lainnya.

Ketika Harvey mulai emosi dan memukul atau melempar barang, kami akan menangkis pukulannya, atau jika perlu menepuk tangannya dengan lembut sambil mengatakan tidak boleh atau jangan.

Namun tetap memertahankan ekspresi wajah agar tidak terlihat melotot atau galak, agar anak tetap merasa ‘figur’ rasa amannya tetap ada.

Karena moms dari pengalaman seorang sahabat jika kita memarahi anak dengan jengkel dan muka kesal maka secara psikologis anak akan tertekan.

Tapi tidak cukup di sini Moms, saat anak dalam kondisi emosi yang baik, kita harus berkomunikasi dengan menatap matanya dan memberikan pengertian berulang.

“Kalau marah tidak boleh pukul ya…kalau pukul mama sakit dan sedih, Harvey nggak mau kan, mama sedih?”.

Intinya jangan sampai kita menasehati disaat kita masih mendisiplinkannya

Misalnya dengan ekspresi wajah yang ngotot dan nada yang tinggi, karena anak akan kehilangan ‘tempat berlindungnya’.

Mendisiplin tindakan di saat dia melakukan hal yang salah perlu dilakukan, tapi memberi masukan di saat lainnya itulah yang diharapkan akan didengar dan dimengerti anak.

Dan membuat pola perilakunya berubah, setelah saya mencoba melakukan hal ini beberapa kali, sekarang sudah sekitar satu minggu Harvey tidak melempar barang kalau sedang kesal.

Sementara untuk perilaku memukul sudah berkurang meskipun masih sesekali terjadi.

Yang penting konsisiten dan kompak dengan suami dalam mendidik.

Hal lainnya saya dan suami juga menghindari peran “good cop” “bad cop”karena nanti anak akan melihat ketidak konsistenan orang tua dalam sebuah keputusan, atau berpihak pada salah satu orang tua ketika yang satunya sedang mendisiplin.

Meskipun tidak mudah dilakukan namun hal ini cukup berhasil buat saya dalam mendidik Harvey, semoga berhasil juga buat moms semua ya.

Hasil gambar untuk glory oyong dan keluarga

“Hati-Hati! Bila TIDAK CUKUP TIDUR, Istri Bisa GEMUK dan CEPAT TUA.” Baca Tips Ini yaa..

Hasil gambar untuk ibu kurang tidur

Tidur adalah kebutuhan manusia . Karena jika kita memorsir tubuh untuk terus bekerja akan tetapi kurang tidur, maka tubuh akan mudah sakit. Jadi, usahakan tidur itu harus cukup, artinya tidak lebih dan tidak kurang.

Hati-hati dengan kebiasaan begadang karena pengaruh kurang tidur bagi kesehatan tidak bisa diremehkan. Mengantuk pemicu sulit berkonsentrasi. Sementara kebiasaan tidur yang buruk menciptakan ketidakseimbangan hormon yang memainkan malapetaka terhadap metabolisme tubuh dan hal ini juga berlaku bagi pria.

Setelah tidur semalaman, biasanya orang akan bangun pagi dalam kondisi segar dan sebaliknya negatif untuk kesehatan. Inilah beberapa efek negatif dari kurang tidur terutama bagi wanita :

1. Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Psychiartic Research menyebutkan, gangguan tidur, kerap bangun dengan badan kurang bugar akibat tidur yang kurang berkualitas meningkatkan peradangan pada wanita yang pada akhirnya menyebabkan munculnya serangan jantung koroner. Peradangan parah sering terjadi pada wanita, ketimbang pria.

2. Studi mengungkap bahwa orang yang makan terlalu banyak namun tak cukup tidur cenderung mudah gemuk, dan berisiko tinggi mengalami obesitas. Kurang tidur membuat pembakaran kalori tidak maksimal.

3. Menurut survei terbaru yang digelar oleh Duke University, AS, wanita akan jauh lebih mudah marah ketimbang pria saat bangun tidur. Faktanya, wanita memang lebih banyak membutuhkan tidur daripada pria, termasuk mengalami penderitaan fisik dan mental yang lebih besar daripada pria jika jam tidurnya berkurang.

4. Sebuahpenelitian yang dimuat dalam jurnal Sleep menunjukkan bahwa tingkat akurasi dalam mengerjakan tugas-tugas yang membutuhkan daya ingat bisa berkurang sampai 15 persen jika kita kurang tidur. Tidur membantu otak mengumpulkan informasi, sehingga tanpa waktu istirahat yang cukup otak kita akan kesulitan menyimpan data-data penting.

5. Pentingnya tidur yang berkualitas juga berkaitan dengan berat badan. “Beberapa riset menunjukkan kurangnya waktu tidur selama bertahun-tahun berpengaruh pada metabolisme, meningkatkan risiko obesitas dan diabetes melitus,” kata Siobhan Banks, peneliti bidang psikiatri.

Hasil gambar untuk ibu kurang tidur

6. Penelitian menunjukkan, antibodi dalam tubuh orang yang kurang tidur dalam menerima vaksin 50 persen lebih lemah dibanding dengan orang yang waktu istirahatnya cukup. Selain itu, kadar C-reaktif protein sebagai penanda risiko penyakit jantung, akan meningkat jika Anda terbiasa tidur larut.

7. Selama tidur tubuh akan memproduksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur. Berkurangnya waktu tidur berarti mengurangi proses sintesis melatonin. Cukup tidur juga membantu tubuh memproduksi lebih banyak antioksidan yang akan melawan radikal bebas. Melatonin juga meningkatkan efektivitas vitamin C, sumber antioksidan lainnya.

8. Melalui serangkaian studi dan penelitian ditemukan bahwa kurang tidur memiliki efek berpotensi berbahaya pada ekspresi gen, yaitu pemicu sering grogi.

9. Penemuan baru dari para ahli dari the University of Birmingham Inggris Raya menyatakan bahwa dengan mengurangi tidur, fungsi-fungsi pembuluh darah dan pernapasan akan terganggu.

10. Sebuah studi yang dilakukan selama 10 tahun terhadap 16.000 orang oleh para peneliti di Copenhagen University menghubungkan antara kurang tidur dengan peningkatan risiko kematian.

Ini Ternyata Posisi Tidur Suami Istri Sesuai Sunnah Nabi

TIdur suami istri tentu saja berbeda dengan tidur seseorang yang masih lajang. Jika sendirian, maka kita dianjurkan oleh Nabi untuk miring ke kanan

“Jika engkau hendak menuju pembaringanmu, maka berwudhulah seperti engkau berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlahlah di rusukmu sebelah kanan…” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Nah, sedangkan posisi tidur suami istri yang sesuai sunnah Nabi, suami istri tetap miring ke kanan dan sang istri ada di depan, sang suami ada di belakang sambil memeluk istrinya.
Jadi keduanya dapat sunnah posisi tidur miring ke kanan.

Hasil gambar untuk ibu kurang tidur

Wahai, Ibu, Meski Sedang Kesal dan Marah, Namun Tetaplah Hindari 10 Jenis Hukuman yang Bikin Anak Minder dan Trauma Ini

Hasil gambar untuk ibu kesal anak

Dalam mendidik anak, orang tua tentu pernah menghadapi perilaku buah hati yang tak sesuai.
Untuk mengarahkannya, tak jarang hukuman diberikan.

Sebenarnya hukuman bisa saja diberikan kepada anak, asalkan relevan, sesuai dengan usia anak, dan dapat memicu perilaku positif atau yang diinginkan setelah hukuman diberikan.

“Pemahaman yang dangkal terhadap efektivitas hukuman, membuat mereka memberlakukan hukuman yang belum tentu efektif terhadap anak atau bahkan menimbulkan dampak yang lebih negatif terhadap anak,” kata Ine Indriani, M.Psi., Psikolog Anak.

Untuk itu, hindari jenis hukuman yang seperti ini, ya, agar tak menimbulkan trauma dan mereka jadi sensitif.

1. Memarahi anak didepan teman-temannya. Hal ini membuat anak merasa malu sehingga menimbulkan rasa rendah diri.

2. Menggunakan kekerasan fisik (memukul, menjewer, menggunakan benda). Hal ini termasuk kekerasan pada anak.

3. Mengurung anak di dalam ruangan gelap atau tertutup.
Hal ini dapat menimbulkan trauma lain pada anak atau menimbulkan reinforcement karena anak punya waktu sendiri di kamar.

4. Menghukum dengan tidak memberikan makan.
“Makan adalah hak semua orang untuk tumbuh kembang anak. Sebaiknya hindari menghukum dengan berkaitan dengan makan.”

5. Menghukum dengan memaki dan membanding-bandingkan anak. Hal ini menimbulkan rasa rendah diri, anak punya persepsi bahwa dirinya nakal.
6. Menghukum dengan tugas rumah yang berlebihan dan tidak sesuai dengan kapasitas anak.
Misalnya, menghukum anak usia 6 tahun dengan menyetrika, menyapu, mengepel, atau memasak.

7. Menghukum anak dengan harus belajar berjam-jam tanpa henti.
“Hal ini membuat anak menjadi tidak suka dengan pelajaran dan melebihi kapasitas kemampuan fisik dan mentalnya.”

8. Menghukum anak dengan tidak memperbolehkan masuk ke dalam rumah selama berjam-jam.
Melanggar hak anak dan tidak relevan, serta menimbulkan rasa tidak aman.

9. Menghukum dengan membuang mainan-mainan anak.
“Menimbulkan trauma pada anak. Akibatnya, anak akan melihat bahwa membuang barang-barang yang sudah dibeli atau masih bagus adalah hal yang boleh dilakukan.”

10. Menghukum dengan menakut-nakuti atau mengancam dengan hal yang tidak benar.
Mengatakan ‘Kalau kamu tidak mengerjakan pekerjaan rumah, Pak Polisi akan ke rumah, dokter akan menyuntik’.

“Ini menimbulkan rasa cemas pada anak. Jika anak tahu orang tua berbohong, anak belajar bahwa berbohong adalah hal yang boleh dilakukan dan juga belajar manipulasi.”

Lalu bagaimana cara memberi hukuman yang hasilnya efektif pada anak?

Hasil gambar untuk ibu kesa pada anak

Lakukan 5 hal berikut:

1. Tegurlah anak terlebih dahulu.

2. Berikan apresiasi kalau anak kemudian melakukan hal positif atau sesuai harapan.
“Terkadang karena terlalu fokus dengan perilaku negatif, orang tua atau sekolah mengabaikan perilaku positif yang telah dilakukan anak meskipun hanya kecil.”

3. Berikan hukuman yang relevan dan sesuai dengan usia anak.
Misalnya, bila anak melanggar aturan di rumah, dia tidak boleh menonton channel televisi tertentu pada jam tertentu.

4. Berikan hukuman sesuai usia anak.

5. Bahas bersama mengenai kesalahan yang ia buat dan bahas mengenai apa yang akan dilakukan anak kemudian.

Ini Lho, Kelebihan Suami yang Mau Sabar Mendengarkan Curhat Para Istri. Karena Gak Gampang Lho Dengerin Curhat Istri Itu..

Hasil gambar untuk suami perhatian istri

Hidup boleh keras, tapi selama ada seseorang yang mau mendengar keluh kesah kita, maka semuanya terasa baik adanya.

Kalau harus jujur, porsi bicara istri biasanya lebih banyak dari suami. Namanya juga perempuan, wajar kalau suka bicara atau cerewet. Sudah seperti takdir, ya. Hehe.

Makanya, sebab istri lebih banyak bicara, bagusnya sih suami suka mendengar. Sebab suami yang mau mendengar itu bisa memahami istri lebih baik dari yang tak suka mendengar. Serius lho.

Tidak semua orang suka mendengarkan. Bahkan, ada orang yang maunya bicara terus. Ya, mau mendengar itu sebuah kemampuan yang tidak dimiliki semua orang. Mendengar menjadikan hubungan lebih harmonis dan erat. Banyak konflik rumah tangga bermula dari hal sepele, yaitu saat kedua pasangan maunya bicara terus, tapi tidak ada yang mau mendengar.

Mau mendengar curhatan istri itu sangat penting. Istri juga harus mau lho mendengarkan cerita suami. Cuma karena suami lebih pendiam dari istri yang cerewet, maka suami memang sebaiknya belajar mendengar lebih banyak curhatan istri, ya.

Sebab banyak sekali kelebihan yang akan dimiliki suami jika rela mendengar curhatan istri selama berjam-jam.

Jangan  pernah lelah mendengar ceritanya sebab itulah tujuan Anda hidup bersama. Saling berbagi cerita dan keluh kesah agar keduanya kuat menghadapi hidup yang kian keras ini.

Hidup boleh keras, tapi selama ada seseorang yang mau mendengar keluh kesah kita, maka semuanya terasa baik adanya.

1. Suami yang mau mendengarkan lebih dicintai istri

Setiap hari ada kegiatan yang dikerjakan istri. Terkadang menyenangkan, tak jarang pula bikin kesel dan marah. Setiap aktivitas meninggalkan kesan dan perasaan dalam hati istri.

Di sanalah peran peran penting suami yang mau mendengarkan. Membiarkan istri bicara sepanjang ia mau sambil menceritakan perasaan yang tersimpan di hatinya. Bercerita membuat seseorang lega begitu pula yang dirasakan istri saat bercerita pada suami.

Jika saja, suami mau duduk tenang sambil memandangi wajah istri dengan seksama, mendengar semua keluh kesah yang dirasakannya, percayalah, Anda akan semakin dicintai istri.

Tidak ada satu perempuan yang tak suka didengarkan dengan sungguh-sungguh oleh orang yang dicintainya.

2. Mau mendengar dapat mengurangi terjadinya pertengkaran

Seperti sudah ditulis di atas, banyak pertengkaran dalam rumah tangga terjadi hanya karena kesalahan sepele, tidak ada yang mau mendengar. Suami mau ngomong terus, apalagi istri, ngotot. Dan meledaklah pertengkaran yang sia-sia.

Itu sebabnya mendengar sangat penting bagi pasangan suami istri. Belajarlah mendengar, sebab ketika tengah terjadi pertengkaran, masalah akan cepat selesai. Mau mendengar bisa memangkas waktu bertengkar dari 3 jam misalnya, menjadi hanya satu jam.

Sebab tidak akan ada banyak argumen sia-sia yang diucapkan. Suami atau istri fokus mendengarkan argumen masing-masing dan mencari solusi serta mau mengakui kesalahan jika memang salah.

Survei membuktikan, pasangan yang mau mendengar lebih harmonis ketimbang yang sama-sama suka bicara ngotot sampai berbusa-busa.

Hasil gambar untuk suami perhatian istri

3. Suami baik itu suami yang mau mendengarkan

Berdasarkan sebuah survei, kebanyakan suami baik di mata istrinya adalah suami yang mau mendengarkan dengan baik. Ya, itulah penilaian para perempuan terhadap suaminya.
Jadi, menjadi suami yang baik di mata istri itu mudah.

Cukup dengarkan apa yang dia katakan. Mendengarkan itu menambah kedekatan dan pemahaman terhadap pasangan. Sungguh, pasangan yang mau saling mendengarkan itu indah sekali.

4. Mendengarkan itu tanda cinta

Tanyakan lagi pada diri sendiri, kenapa Anda suka mendengarkan cerita pasangan? Rela duduk berjam-jam mendengarkan ceritanya sambil manggut-manggut tanpa berkata. Tentu saja, semua itu karena kasih sayang dan cinta Anda pada istri.

Maka, mendengarkan adalah tanda cinta sejati yang tak habis. Semakin mendengar malah semakin jatuh cinta seperti mata air yang selalu memberi kesegaran.

Tentu saja Anda tidak harus menyepakati semua yang ia ucapkan. Hanya saja, bukti cinta itu dengan mendengarkan baik-baik tanpa menyela atau menilainya. Kalau memang ada yang tidak baik, maka balaslah dengan baik usai istri selesai bicara.

5. Hanya dengan mendengarkan, Anda bisa jadi orang yang lebih baik

Ingat saat Anda masih kecil, Anda belajar makan, matematika, ngaji, dan lain sebagainya dengan cara mendengar. Mendengar pak guru, orangtua, dan ustad. Bukan begitu?

Membaca buku juga mendengar tuturan penulis dalam teks buku. Paling tidak, Anda tidak bicara melainkan menyimak orang lain. Begitu pula kini saat Anda sudah menikah.

Mendengarkan itu cara menambah ilmu dan kapasitas Anda sebagai seorang manusia. Semakin mau mendengar semakin baiklah Anda. Ada istilah bilang, bicara itu mengulangi apa yang kita tahu, tetapi mendengar itu membuat kita tahu hal baru.

Gambar terkait

 

Kenapa Ayah Bunda yang Harus Mengajarkan Sholat Pada Anaknya? Agar Pahalanya Mengalir Terus

Hasil gambar untuk anak diajari sholat

Sholat adalah salah satu kewajiban dalam agama islam. Dan sebaiknya orang tua lah yang harus mengajarkan sholat pada anaknya.

Kenapa? Agar pahalanya mengalir terus kepada orang tua.

Kok bisa? Ya, bisa. Karena salah satu amal jariyah yang tidak akan terputus adalah ilmu yang bermanfaat. Nah, kalau orang tua mengajarkan ilmu tentang sholat pada anak, maka pahalanya akan mengalir terus bukan?

Lalu gimana caranya mengajarkan sholat pada anak? Saya kutip dari berbagai sumber, Ayah Bunda bisa melakukannya dengan cara ini:

7 Cara Mengajar Untuk Anak Shalat Menurut Peringkat Umur

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnyya, pribahasa ini bisa kita jadikan untuk mengajar anak belajar menunaikan sholat dari ayunan.

Didalam konteks bimbingan pertama untuk anak-anak,kita bertanggungjawab untuk mengajar anak untuk sholat ialah salah satu amanah yang sangat penting dan berat bagi orang tua. Mengajar dan mendidik anak untuk sholat tidak semudah kita mengajarkan anak ABC dan 123.

kita bertanggungjawab atas hal besar ini dan pasti hadir berbagai ujian dan cobaan ini memerlukan ibu bapak yang bijaksana.

1) Ibu bapak teladan yang baik.

Ibu bapak ialah teladan yang terbaik dan terdekat untuk diikuti oleh anak.bapak yang slalu pergi ke masjid,mamanya yang slalu siap,ketika mendengar adzan dan mengatakan pada anak untuk sholat berjema’ah yaitu teladan yang terbaik untuk anak-anak bapak ibu sekalian.

2) Untuk Umur anak 0 – 2 tahun Wujudkan suasana yang shaleh shalehah

Biarpun anak-anak ketika kecil,tiada faham dan mengerti,tapi lingkungan yang senang dan shalehah akan menjadikan suasana biasa.Dia terbiasa melihat ibu dan bapaknya shalat tepat waktunya,shalat berjama’ah,dan tau tentang adzan dan mendengarkan bacaan ayat-ayat al-qur’an.

Berkata-lah dengan kata menyenangkan dan juga bercerita dengan sianak,contohnya ” Tunggu disebelah Ayah / ibu ya nak,Ibu mau shalat.” Atau bisa juga ” Terima kasih anakku sayang karena telah tunggu Ayah/ibu shalat.”

Hasil gambar untuk anak diajari sholat

3) Untuk Umur anak 2 – 3 tahun – Ajaklah anak anda

Kita Sebagai ibu ayah tidak perlu merasakan jenuh buat slalu mengajak anak shalat. Biarpun mereka tidak biasa dengan ajakkan kita.Walau mereka hanya mendengarkan dan tiada dikuti, teruslah menyebut tiap kali kita mahu shalat. ”yukk ikut Ummi/Abi shalat!”

4) Untuk Umur anak 4 – 6 tahun – buat apa kita shalat?

Telah tiba waktunya buat ibu ayah berkisah tentang kepentingan shalat pada anak anda. Pencerahan dalam bentuk cerpen bisa memberi gambaran yang bagus dan jelas pada anak.

Katakan pada anak-anak secara sering tentang masjid.Ajaklah anak ke masjid.kenalkan ahklak adab-adabnya,shalat jama’ah,hubungan sosial masyarakat dengan jama’ah yang lain dan lain sebagainya.

Kepada umur ini pula ibu ayah telah bisa mengantar anak ke TK Islamiyah yang mengajarkan anak tentang shalat biarr anak lebih mengerti dan senang untuk shalat.

5) Untuk Umur 7 – 9 tahun – Penekanannya dan tanggungjawab

Ini merupakan tahun pengokohan bagi azas shalat untuk anak.ibu ayah telah menunjukkan teladan,ajakan dan pemahamannya dari sejak lahir.Masa ini anak seharusnya telah tau apa saja yang penting dikerjakan ketika adzan,cara mengambilkan air wudhuk,gerakan shalat dan bacaannya di dalam shalat.

Biarpun tiada lancar dan tidak cermat,sekurang-nya anak telah ada azas.Mencapainya umur 9 tahun,ibu ayah telah mulai dikit tegas dan slalu ingatkan anak untuk shalat.

6) Untuk Umur 10 tahun ke atas – Denda dan hukumannya

Dalam hadist bab shalat,Nabi muhammad Saw membenarkan kita untuk memukul mereka yang tidak shalat waktu ia umurnya 10 tahun.Namun sebelum ayah ibu memukul,adakah kita sudah memberikan pengertian serta teladan yang baik buat anak?

Tiada mudah untuk ibu ayah menjatuhi hukuman dan memukul anaknya.senantiasa kita Semoga menjadi pemimpin yang adil dalam menentukan hukuman dan denda terhadap anak-anak.

7) Yang terakhir Doa

Selalu mengamalkan do’a Nabi Ibrahim As.

Berbagai sistem perlu diajarkan oleh ayah ibu dilingkungan dalam mengajak anak untuk shalat Keterpaksaan dan Kekerasan hanya dapat membuntukan sistem azas pengetahuan shalat mereka.

Agar anak-anak kita dapat mengerjakan shalat lima waktu yang merupakan ibadah yang pertama untuk seorang muslim dan muslimah. Sebagai ayah ibu kita sewajarnya memberikan pendidikan shalat secepat mungkin pada anak-anak kita mengikuti umur mereka.demikianlah tips islami untuk saat ini..terima kasih atas kunjangan sahabat semuanya.

Hasil gambar untuk anak diajari sholat

Suami, Ada Tapi Tak Ada. Jangan Begitu ya, Kasihan Istri Harus Menanggung Banyak Hal..

Hasil gambar untuk shireen

SUAMI, ADA TAPI TAK ADA

Minggu kemarin,aku liat video di IG, anak kecil yang badannya penuh biru karena kekerasan yang dilakukan ibunya sendiri. Dan semua caci maki langsung tertuju pada wanita yang disebut bunda oleh sang anak. Mulai dari caci maki yang it’s really hurt to say,sampe segala dalil cacian dibungkus kata bijak…dan Aku diam,tidak berani komentar, tidak berani posting,karena belum tau kebenaran dibalik itu.

Dan….boooom..!!!,as i thought..she’s depression because her HUSBAND..iyup…lakinya,suaminya…dan semua depresi dia luapkan pada anaknya.

Minggu ini…tersentak lagi membaca tentang seorang ibu yang memilih mengakhiri gelak tawa dan tangis anaknya di dunia, bahkan ada yang masih bayi 4 bulan…bayi itu bahkan belum memahami betapa kejamnya perlakuan orang pada ibunya. Tapi dia sudah pergi, berakhir ditangan ibundanya lewat perantara tangan ibunya.so sad…of course…tapi yang lebih menyedihkan saat tau tirai dibalik itu.

No…aku tidak membela apa yang dilakukan sang bunda, big NO..tapi setelah tau apa yang mendasarinya,aku kembali miris, karena…lagi lagi…,lagi lagi… semua karena depresi dan penyebab utama adalah suaminya. Seorang istri dan ibu yang tidak didampingi suaminya, berjuang dengan tiga anak yang terlahir dengan akte yang tidak lengkap, bahkan dipertanyakan kesetiaannya lewat sang anak. I can’t imagine if its happen to me..(nahan biar ga nangis,akhirnya jebol juga air mataku)

Bisa kita tarik kesimpulan dari dua cerita nyata diatas (diantara ribuan bahkan jutaan cerita sama yang tak terungkap..?).

Hasil gambar untuk keluarga bahagia

Maaf..jika aku harus kukatakan,mereka bernasib sedih memiliki suami yang ada tapi tak ada. Sejatinya…suami adalah penopang rumahtangga, dan Istri adalah tonggaknya,bayangkan jika tonggaknya rapuh dan penopangnya tak perduli,apa yang terjadi. Moment rentan bagi istri adalah saat mereka melahirkan. Believe me, rentan banget..ga sedikit yang jadi gila karena depresi…akibat gak ada dukungan, sokongan dari keluarga dekat terutama suami.

Alahhh…baby blues aja kok, gak usah sok dramatis deh…
jika ada yang berkata seperti itu, aku doakan semoga yang ngomong gak pernah mengalaminya,karena akan terlalu berat untuk otak picik kalian melewatinya.

Kenapa aku bisa berkata seperti itu..?

Yupp…aku salah satu dari mereka…aku pernah mengalaminya,dulu aku ga paham apa itu baby blues, yang aku tau…yang aku rasakan…stress…depresi…setiap lihat anak nangis aku ikut nangis. Bahkan jeritanku lebih kencang dari bayi yg berusaha menarik perhatianku, aku bahkan pernah menjambak rambutku,memukuli wajahku, bahkan menghantamkan kepalaku ke dinding dan berharap aku mati.

Berat…??,yup…it’s so hard..Bahkan aku pernah mengira aku gila karena begitu lempengnya mukulin anak yang masih bayi, nyuekin tangisannya. Kemudian ikut nangis bersamanya dipenuhi rasa penyesalan. Nggak mudah,baby blues itu, menguras seluruh jiwa ragamu untuk tetap berlaku waras.
Bisa bayangkan..saat perasaan cinta pada anak, bercampur dengan rasa benci padanya, ditambah rasa menyesal seharusnya aku gak menikah kalau hanya akan melewati hidup seperti ini.

lalu…dimana suamiku…?Well…dia ada, tapi tak ada.pulang kerja langsung tidur, tidak ada waktu mendengarkan cerita betapa lelahnya aku melewati hari itu. Karena dia gak paham, Yang dia tau, dulu prinsipnya, suami nyari duit, Istri ngurusin rumah..(anak pertama lahir ditempat mertua, jd doi ga tau perjuanganku tiap malam bangun karena anaknya).

Dan semua berubah waktu kelahiran anak kedua, kami menghandle sendiri semuanya.Dan di sana…dia baru tau,urusan istri yang selama ini dia anggap sepele,ah..cuma nyuci piring aja kok capek, Akhirnya dia merasakan saat harus turun tangan sendiri. Sampai demam anak orang ngurusin rumah,nahh…baru tau kan rasanya. Tapi aku gak koment..cukup dia paham, inilah yang aku lakukan setiap hari .

Sejak itu prinsipnya berubah, tidak ada lagi urusan rumahtangga adalah kewajiban istri, tapi kewajiban bersama. Membawaku dan anak anak jalan jalan rutin, meskipun cuma muter komplek tiap sore. sekedar piknik tipis biar bininya ga stress… Dan percayalah…saat kelahiran anak kedua,no more baby blues..i’m happy wife, a happy mother..dan di kesempatan itu aku memohon ampunan anak pertamaku untuk semua yang kulakukan padanya.

Hasil gambar untuk nur amirah 11

Jadi…jangan anggap enteng baby blues dan jangan memandang rendah yang kena baby blues…mereka sesungguhnya berjuang mengendalikan dirinya.dampingi…

bukan malah menghujatnya..jangan jadi manusia heartless deh, bantuin kagak ngatain paling kenceng .

Wahai suami…jadilah suami yang ada tubuh dan hatimu untuk istrimu. Pandangilah wanita yang engkau pilih sebagai ibu dari anakmu. Tataplah gurat lelah dari sanggulan rambutnya yang dulu tergerai penuh keindahan. Rasakanlah setiap letihnya yang tergambar dari garis di sudut matanya. Sometimes..dia hanya ingin tau..kamu ada untuknya,meski lewat sentuhan kecil di rambutnya,atau belaian penuh sayang lewat tatapanmu.

Dia hanya ingin tau,bahwa kau adalah suami yang ada. Peganglah prinsip..happy wife happy lif. Jika istrimu bahagia, anakmu juga bahagia. Jika tidak…

Tetaplah kuat para istri di dunia..karena kita adalah tonggak rumahtangga.
Tetaplah bahagia para istri di dunia,karena kita adalah nyawa rumahtangga.

Sumber: Catatan Rani Ummu Bahran

Semakin Boros Istri, Semakin Lancar Rejeki Suami. Enggak Percaya?

Hasil gambar untuk istri belanja

Benarkah istri yang makin boros malah bisa mendatangkan kelancaran rejeki bagi suami? Kalau menurut Mamih Adit yang ia tulisa dalamn medsosnya sih, iya.

Kenapa?

Ya karena kalau suami pelit sama istri, malah rejekinya bakalan seret. Karena bahagianya istri adalah kelancaran rejeki suami.

Berikut kata Mamih Adit lebih lengkapnya.

Semakin boros istri semakin banyaklah rezeki suami, enggak percaya? 

Aku percaya karna aku sudah membuktikannya,

Semakin kita hemat

Semakin kita pelit 

Maka jangan heran kalo rezekimu se gitu2 aja semakin banyak kita mengeluarkan rezeki apalagi ke jalan allah 

Maka insa allah, allah akan melipat gandakan setiap harta yang kita keluarkan 

Pergunakanlah hartamu sebaik mungkin 

Berbagi lah karna berbagi tak pernah rugi, dengan berbagi kita akan mendapatkan keuntungan yang berlipat lipat, bagi yang enggak percaya silahkan di coba maka kamu akan merasa tenang.

Untuk para suami jangan pelit sama istri ya klo mau rezekimu lancar terus.

Nah, tapi kita juga perlu memperhatikan sifat istri yang melancarkan rejeki suami lho.

Dilansri dari islampos dot com, ada keterangan tentang sifat istri yang mendatang rezeki bagi suami.

Hasil gambar untuk istri boros

Ini Sifat-Sifat Istri Yang Mendatangkan Rezeki Bagi Suami..

MENDAPATKAN istri yang shalihah merupakan dambaan setiap laki-laki. Bahkan sejahat apapun laki-laki, pasti mereka menginginkan istri yang shalihah. Maka, beruntunglah bagi seorang suami yang Allah anugrahi istri yang shalihah.

Ada sebuah nasehat bagi seorang suami. “Bahagiakanlah istri karena membahagiakan istri dapat melancarkan rezeki.” Benarkah demikian? Berikut sifat-sifat istri yang bisa jadi akan mendatangkan rezeki bagi suaminya:

1. Wanita yang taat pada Allah dan rasul-Nya

Wanita yang taat pada Allah dan Rasul-Nya akan membawa rumah tangga menuju surga, menuju ketentraman.

Rumah tangga yang tentram, nyaman, bahagia adalah rezeki yang sangat berharga. Rumah tangga yang dinahkodai suami yang shalih didampingi istri yang shalihah akan menjadikan rumah tangga itu berkah, menghasilkan anak-anak yang salih atau shalihah, mendapatkan ridha dan rahmat Allah.

2. Wanita yang taat pada suaminya

Sepanjang perintah suami tidak bertentangan dengan agama, maka istri wajib mentaatinya. Ketaatan seorang istri pada suaminya akan membuat hati suami tenang dan damai dan bisa menjalankan kewajibannya mencari rezeki yang halal untuk keluarga. Akan halnya wanita yang berkarier di luar rumah bisa tetap bekerja sepanjang suaminya mengizinkan dan kewajibannya untuk menjaga diri dengan baik di tempat kerja.

“Laki-laki adalah pemimpin atas wanita karena Allah telah melebihkan sebagian dari mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita) dan dengan sebab sesuatu yang telah mereka (laki-laki) nafkahkan dari harta-hartanya. Maka wanita-wanita yang shalih adalah yang taat lagi memelihara diri di belakang suaminya sebagaimana Allah telah memelihara dirinya,” (Q.S. An Nisa : 34).

3. Wanita yang melayani suaminya dengan baik

Tugas utama istri adalah menjalankan tugas rumah tangga dengan sebaik-baiknya, melayani suami dengan baik serta mendidik anak-anaknya. Istri yang baik berusaha melayani suaminya dengan baik seperti menyiapkan makanannya, menyiapkan keperluannya, memenuhi kebutuhan biologisnya, menjaga perasaan suaminya jangan sampai suaminya terluka karena sikapnya.

Wanita yang demikian akan menjadi kesayangan suaminya dan bisa menjadi partner yang baik dalam mewujudkan rumah tangga yang sakinah dan menarik hal-hal positif dalam rumah tangganya, termasuk rezeki bagi suaminya.

4. Wanita yang berhias hanya untuk suaminya

“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah,” (H.R. Muslim).

Adalah sifat wanita yang suka bersolek dan berhias, tapi wanita yang shalih hanya berhias dan menampakkan perhiasan untuk suaminya. Wanita yang jika dipandang suaminya selalu menyenangkan dan tahu bagaimana menyenangkan suaminya. Wanita yang bahkan malaikat pun mendo’akannya akan memudahkan rezeki datang padanya.

5. Jika ditinggal menjaga kehormatan dan harta suami

Saat suami keluar mencari nafkah, istri yang ditinggalkan di rumah harus menjaga kehormatannya, menjaga dirinya dari tamu yang tidak pantas, membatasi keluar rumah jika tidak terlalu penting. Harta suami yang dititipkan padanya dipergunakan pada hal-hal yang bermanfaat dengan seizin suaminya. Wanita seperti ini memudahkan rezeki masuk ke dalam rumahnya sebagai upah dari ketaatannya kepada Allah dan kesetiaan pada suaminya.

6. Wanita yang senantiasa meminta ridha suami atasnya

Wanita ini tahu bagaimana menyenangkan hati suaminya. Menjaga sikap dan perilaku agar tidak menyinggung dan melukai perasaan suaminya. Dia selalu berusaha agar suaminya tidak marah padanya. Dia tidak akan pergi tidur dalam keadaan marah atau meninggalkan suaminya dalam keadaan marah sampai memperoleh maafnya. Mengajak suaminya bercanda untuk menceriakan perkawinannya. Berusaha mendidik anak-anaknya dengan baik. Menjaga rahasia perkawinan dari orang lain.

”Maukah kalian kuberitahu istri-istri yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya, dimana jika suaminya marah dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata ” Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha,” (H.R. An Nasai).

Istri seperti ini adalah istri yang dimudahkan rezekinya melalui tangan suaminya karena amalan dan kesetiaan pada suaminya,

Hasil gambar untuk istri saliha

7. Wanita yang menerima pemberian suami dengan ikhlas

Wanita yang tidak pernah mengeluh berapapun rezeki yang dibawa pulang suaminya. Selalu ikhlas menerima dan menghargai apapun yang diberikan suami kepadanya. Banyak disyukuri sedikit pun diterima dengan ikhlas. Wanita seperti ini adalah wanita yang mensyukuri rezekinya. Allah sudah menjanjikan bahwa jika kita bersyukur Dia akan menambah rezeki kita. Wanita yang bersyukur dan ikhlas rezekinya senantiasa bertambah baik kuantitas maupun keberkahannya yang akan diberi Allah langsung padanya ataupun melalui suaminya.

8. Wanita yang bisa menjadi partner meraih ridha Allah

Wanita yang menjadikan rumah tangganya sebagai ibadah, pengabdiannya kepada Allah. Bisa menjadi teman diskusi yang berimbang bagi suami. Bisa melakukan koreksi dan menyampaikan dengan lembut kepada suaminya.

Mendengarkan nasihat dan kata-kata suaminya dengan penuh perhatian. Sebelum melaksanakan ibadah sunnah seperti puasa sunnah meminta izin kepada suaminya dan tidak melaksanakan jika tidak diizinkan. Bisa menjadi pendorong dan motivator suami untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat. Itulah mengapa ada kalimat ” dibalik pria yang sukses ada wanita hebat di belakangnya”. Karena wanita seperti ini adalah rezeki utama suaminya.

9. Wanita yang tak pernah putus doa untuk suaminya

Wanita yang bersyukur adalah wanita yang menerima semua kehendak Allah padanya tapi tetap berusaha melakukan yang terbaik termasuk dengan mendoakan suami dan anak-anaknya agar sukses dunia akhirat. Wanita ini tidak pernah putus do’a, tapi menjadikannya sebagai rutinitas harian, penghias bibir setelah shalat. Wanita ini tahu bahwa rezeki suaminya akan ditambah dan diberkahi jika dirinya senantiasa melibatkan Allah pada langkah suaminya melalui doa-doa yang dipanjatkannya setiap hari.

Dan betapa beruntungnya seorang laki-laki jika bisa mendapatkan istri dengan ciri-ciri seperti di atas. Jika pun istri ternyata belum memiliki ciri-ciri seperti di atas adalah tugas suami untuk mendidik istrinya, karena istri adalah tanggung jawab suaminya dan dia akan ditanya di akhirat tentang hal itu. Wallahu a’lam.[]

Apa Dampaknya Bila Anak Laki-Laki Suka Main Boneka? Sebaiknya Bunda BACA Ini, Karena Ini Penting BANGET Untuk Situasi Saat Ini..

Hasil gambar untuk anak laki main boneka

PERHATIKAN! anak laki-laki boleh main boneka tidak sih? Kalau anak perempuan lebih suka mobil-mobilan, ada masalah tidak ya?

Menurut beberapa pakar psikolog anak, ketika seorang anak masih kecil terutama di usia balita, mereka harus sudah mulai diasah daya imajinasinya karena akan mempengaruhi cara berpikirnya di masa depan. Jadi, menurut mereka sebenarnya tidak perlu terlalu mengkotak-kotakan antara anak perempuan dan laki-laki, sebab semakin lama pemikiran mereka semakin berkembang sesuai dengan imajinasi mereka. Anak-anak hendaknya dibiarkan berimajinasi.

Oleh karena itu, penganut aliran ini berpendapat adalah wajar saja bila anak laki-laki suka bermain boneka. Sama halnya dengan anak perempuan yang tidak senang bermain boneka tapi lebih tertarik dengan mobil-mobilan. Mungkin saja anak senang bermain mobil-mobilan karena imajinasinya lebih menyatu dengan lingkungan.

Namun, demikian, orangtua hendaknya tetap mendampingi mereka agar tidak keluar batas ketika berusaha mengembangkan daya kreativitasnya,

Memaksakan anak melakukan permainan yang tidak disukainya tentu juga tidak baik bagi si anak. Misalnya saja seorang anak laki-laki tidak suka bermain mobil-mobilan tapi lebih senang main dengan boneka. Namun sang ibu melarangnya bahkan memarahinya sehingga membuat anak tertekan. Hal itu bisa memengaruhi mental anak ke depannya. Padahal orangtua sebenarnya bisa saja memainkan peran, misalnya memerankan boneka tersebut sebagai atlet atau astronot.

Jadi, misalkan imajinasi anak yang ingin menjadi astronot, maka orangtua bisa mengganti bonekanya dengan boneka astronot atau hal lain yang terkait dengan harapan si kecil.

Tapi perlu diingat, bahwa ketika misalnya seorang anak laki-laki sudah mulai terobsesi ingin mendandani bonekanya, maka orangtua harus bertindak. Di sinilah pentingnya orangtua mendampingi anak di saat bermain. Jadi poin utamanya adalah bagaimana orangtua menyisihkan waktunya untuk mendampingi anak-anak sehingga ketika anak memperlihatkan ada kecenderungan yang negatif, orangtua bisa memberikan pengarahan kepadanya.

Yang penting, orangtua harus bisa meluangkan waktu setiap hari untuk dekat dengan anak. Bila memang sibuk bekerja, luangkanlah waktu di pagi atau malam hari sebelum tidur untuk bermain dengan si kecil. Ingat, pola asuh orangtua lah yang akan membangun karakter, potensi, bakat, dan passion seorang anak nantinya.

Sudah tahukah bahwa mendidik anak laki-laki dan perempuan itu ada bedanya lho.

Kami kutip dari laman ummi-online, bahwa dijelaskan perbedaan mendidik diantara keduanya.

Dibaca yaa..

Sahabat Ummi, anak laki-laki boleh main boneka tidak sih? Kalau anak perempuan lebih suka mobil-mobilan, ada masalah tidak ya?

Gambar terkait

Kenali beberapa perbedaan yang harus diterapkan saat mendidik anak karena beda gender beda penanganan ya, Sahabat Ummi.

1. Aurat

Sejak kecil, ajarkan perbedaan aurat laki-laki dan perempuan. Tanamkan pada mereka, bagian mana saja yang boleh dilihat orang lain. Hal ini berlaku untuk kedua jenis kelamin, berhubung maraknya kekerasan seksual terhadap anak, tanamkan pada mereka bahwa tidak semua orang boleh menyentuhnya di beberapa bagian tubuh. Ajarkan mereka pentingnya menjaga organ vital sejak dini.

Jangan lengah dengan orang-orang yang berada di sekitar anak karena penelitian menunjukkan kejahatan seksual biasanya dilakukan oleh orang-orang terdekat.

Dikutip dari beritajakarta(dot)com, “Berdasarkan kajian, pelaku kekerasan anak dan pelecehan seksual, itu mayoritas orang terdekat. Artinya pelaku bisa dari anggota keluarga sendiri dan teman dekat korban,” ujar Margaretha Hanita, Kepala Bidang Program Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

2. Keamanan fisik

Anak laki-laki lebih suka kegiatan yang berhubungan dengan motorik mereka sehingga mereka lebih senang bergerak dibanding berbicara. Mereka lebih senang diajak perang-perangan atau gulat-gulatan oleh ayahnya. Jangan langsung menganggap kegiatan ini negatif ya, Sahabat Ummi.

Kedekatan ayah anak ini bisa menjadi sarana pembelajaran juga. Caranya dengan mengajak anak bermain gulat-gulatan, kemudian menghentikannya pada saat tertentu, misal ketika dia memukul terlalu keras dan sebagainya. Jelaskan padanya jika efek memukul yang terlalu bersemangat bisa membuat perut sakit atau menyebabkan memar pada tubuh.

Tanamkan pada mereka kebiasaan untuk menghargai lawan jenis sehingga anak tidak tumbuh menjadi orang yang ringan tangan (re : gampang memukul) nantinya.

“Tetapi membiarkan anak-anak tetap aktif dapat membangun karakter, kepercayaan diri, ketahanan, dan kemandiriannya. Luka ringan adalah risiko alami, berilah arahan kepada anak laki-laki Anda untuk sedikit memperlambat aktivitasnya agar tidak berbahaya,” kata Wendy Mogel, Ph.D., penulis The Blessing of a Skinned Knee.

Jika anak laki-laki diperlambat aktivitasnya, anak perempuan harus didorong untuk lebih aktif sehingga karakternya sudah terbentuk dan tidak tumbuh menjadi gadis yang manja dan lemah saat dewasa nanti. Mereka harus dibiasakan untuk mengambil keputusan sendiri sehingga nanti terbiasa mengambil risiko berat dalam hidupnya. Jika ini dibiasakan sejak dini, anak perempuan menjadi lebih mandiri dan lebih percaya bahwa dirinya bisa melakukan hal berat sekalipun.

3. Komunikasi

Anak laki-laki lebih sulit mengungkapkan perasaan sayang atau suka pada orang-orang terdekatnya. Ini tidak ada hubunganny dengan gengsi yang sering melanda anak muda zaman sekarang ya, Sahabat Ummi. Seperti dilansir daridetik health, “Sejak lahir, bayi perempuan cenderung lebih tertarik melihat warna dan tekstur, seperti pada wajah manusia, sedangkan bayi laki-laki ditarik lebih ke gerakan, seperti permainan yang berputar-putar,” kata Dr. Sax.

Hal ini menyebabkan anak perempuan lebih berorientasi pada sinyal nonverbal, seperti ekspresi dan nada suara sedangkan anak laki-laki menjadi memiliki lebih banyak kesulitan untuk menyatakan perasan dengan kata-kata.

Untuk menyiasati ini, coba bangun komunikasi terbuka dengan anak. Hal ini membuat mereka lebih mudah menyampaikan pendapat dan berbagi cerita pada kita nantinya. Jadi saat mereka beranjak remaja, kita akan menjadi sosok pertama yang mereka cari untuk berbagi cerita. Tidak ada lagi ceritanya mereka bingung dan malah mencari pelampiasan yang menyimpang untuk menyelesaikan masalah.

Hasil gambar untuk anak laki main boneka

4. Disiplin

Bukan hal baru jik citra “bandel” lebih identik dengan anak laki-laki. Menerapkan kedisiplinan pada anak laki-laki membutuhkan usaha ekstra karena mereka cenderung tidak peduli dan tidak mendengarkan apa yang orang tuanya katakan. Ternyata hal ini dipengaruhi oleh sensitivitas pendengaran mereka yang jauh lebih rendah dibandingkan anak perempuan.

Sedangkan anak perempuan cenderung memberikan respon yang lebih baik terhadap pujian atau peringatan orang tua yang mengisyaratkan kedisiplinan. Hal ini disebabkan anak perempuan lebih sensitif dan pusat-pusat verbal dalam otaknya berkembang lebih cepat.

Sekalipun menerapkan kedisiplinan lebih mudah pada anak perempuan, patut diingat bahwa menerapkan banyak aturan bisa membuat mereka terkekang bahkan dampak buruknya mereka bisa membangkang dan melawan orang tuanya.

5. Penghargaan terhadap diri sendiri

Perempuan cenderung senang dengan pujian yang dilayangkan padanya. Ternyata ini tidak hanya berlaku untuk perempuan dewasa, Sahabat Ummi. Anak perempuan juga akan lebih terbangun jika sering diberi pujian dan kepercayaan dirinya terbiasa dipupuk sejak kecil. “mengembangkan citra diri yang sehat sangat penting untuk semua anak. Tetapi anak perempuan cenderung tumbuh kurang percaya diri dan lebih aman daripada laki-laki,” kata Carol Gilligan, Ph.D., seorang peneliti gender dan psikolog.

Penghargaan terhadap tubuhnya merupakan sebagian dari harga diri seorang perempuan. Mereka akan memperhatikan citra yang mereka tampilkan di muka umum, “Duh, orang suka gak ya kalo aku pake baju ini?” atau hal-hal semacam itu.

Sementara anak laki-laki cenderung lebih percaya diri dan cuek dengan penampilannya. Mereka tidak akan ambil pusing dengan penilaian orang. Beda dengan anak perempuan yang sensitif dan perasa.

 

Wahai, Suami.. Biasakanlah Cium Anak dan Istri Saat Keluar Rumah. Jangan Langsung Melengos..

Gambar terkait

BIASAKAN CIUM ANAK DAN ISTRI SAAT KELUAR RUMAH.
Para Ayah, Baca Ini!

Dear ayah bunda,

Selalu Berpamitan Sebelum Keluar Rumah. Sebelum berangkat bekerja dipagi hari, biasakanlah cium anak dan istri Anda. Dengan begitu ada kebahagiaan yang mereka dapatkan dari ayah tercinta. Cium kening mereka satu persatu dan ciumlah pipi kanan dan kiri mereka dengan penuh kelembutan hati.

Berpamitan dengan cara berciuman adalah salah satu bentuk kasih sayang seorang ayah kepada anaknya dan seorang suami kepada istrinya.

Terkadang kita sering meremehkan hal kecil yang satu itu. Ciuman sering kita lupakan dalam keseharian kita. Kita terlampau pelit memberikan kecupan dikening, kepada buah hati kita. Pada hal ciuman adalah salah satu sarana untuk menyampaikan rasa sayang kepada mereka. Dengan begitu akan ada kedamaian dihati mereka. Kecupan lembut dan mesra dari suami kepada istri atau dari seorang ayah kepada anak-anaknya sangat diperlukan.

Ketika berangkat dipagi hari, anak dan istrimu masih tertidur. Tentu ada cara lembut untuk membangunkan mereka. Ciumilah satu persatu mereka seraya berkata dengan penuh kelembutan, “Ayah berangkat, ya sayang.

RAHASIA MANFAAT DIBALIK PELUKAN DAN CIUMAN PADA ANAK DAN ISTRI

Banyak penelitian telah membuktikan betapa besar pengaruh dari sentuhan, pelukan dan ciuman orang tua terhadap tumbuh kembang anak termasuk kecerdasan anak. Beberapa hasil penelitian adalah sebagai berikut:

1. Sentuhan dari orang yang kita sayangi akan meningkatkan jumlah hemoglobin di dalam darah. Hemoglobin merupakan salah satu bagian dari tubuh yang membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk jantung dan otak. Suplai hemoglobin yang meningkat ini dipercaya secara ilmiah akan mempercepat proses penyembuhan setelah sakit.

2. Pada bayi prematur, pelukan dari sang ibu bisa membuatnya lebih kuat dan mempercepat perkembangan tubuh serta otak. Penelitian dari Bliss Hospital di Montreal, bayi prematur yang dipeluk ibu jadi lebih cepat kuat, sehat dan besar ketimbang hanya ditempatkan di inkubator.

3. Penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of Epidemiology and Community Health mengungkapkan fakta bahwa bayi yang sedari lahir selalu diberi sentuhan (pelukan, ciuman, belaian) pertanda kasih sayang oleh orangtuanya tumbuh menjadi pribadi yang tak mudah stres.

4. Pelukan yang dilakukan sebanyak empat kali per hari bisa menjauhkan depresi, sementara delapan pelukan sehari akan memberikan kestabilan mental yang lebih kokoh, dan 12 pelukan sehari akan membantu perkembangan psikologis seseorang.

5. Penelitian lain menyebutkan manfaat pelukan, di antaranya mengurangi stres, membantu pola tidur yang sehat, memberi semangat, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

6. Dr. Coolam yang melakukan penelitian kepada ribuan orang membuktikan bahwa ciuman di pagi hari melahirkan keistimewaan dan susunan kimiawi tertentu, seperti memberikan perasaan senang dan lapang.

7. Penelitian Bernie Siegel membuktikan tentang khasiat ciuman seorang istri pada suaminya maupun seorang ibu pada anak-anaknya. Sampel diambil dari kalangan peserta (suami) yang naik mobil pribadi ke kantor. Peserta dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama adalah para suami yang berangkat ke kantor dengan terlebih dahulu dicium oleh sang istri dan kelompok kedua adalah mereka yang pergi ke kantor tanpa dicium oleh sang istri. Setelah beberapa waktu ditemukan bukti yang menakjubkan bahwa suami yang pergi ke kantor dengan ciuman sang istri memiliki kemungkinan kecil mengalami kecelakaan di perjalanan daripada mereka yang berangkat kerja tanpa merasakan kecupan mesra dari sang istri.

8. Penelitian yang dilakukan oleh salah satu lembaga asuransi di Amerika tentang pengaruh ciuman terhadap kehidupan manusia menemukanbahwa sesungguhnya ciuman di pagi hari antara suami istri memegang peranan penting yang lebih menyembuhkan daripada buah apel. Suami yang mencium istrinya di pagi hari sebelum menuju tempat kerjanya, akan merasa tenang saat bekerja. Selain itu, ciuman juga memberikan kelapangan berpikir, kepuasan, kebahagiaan, serta kerelaan.

9. Penelitian yang dilakukan psikolog Edward R. Christopherson. Ph.D, menemukan bahwa pelukan lebih efektif daripada pujian atau ucapan sayang karena membuat anak merasa dicintai dan dihargai serta memberikankedekatan dan kekuatan getaran batin antara orangtua dan anak.

10.Dalam bukunya ëThe Hug Therapyí, psikolog Kathleen Keating menyebutkan bahwa pelukan juga dapat meningkatkan kecerdasan otak dan IQ anak serta dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi stres.

Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa kebiasan baik memberi skin to skin contact berdasarkan penelitian akan membuat anak merasa lebih aman dan nyaman. Secara emosi dapat membuat kondisi jiwanya tetap terpelihara dan sehat. Anakpun dapat merasakan langsung bahwa kehadirannya diharapkan, disayangi, sekaligus diperhatikan oleh orang tuanya. Akhirnya ia akan tumbuh menjadi pribadi yang stabil, mantap, dan penuh percaya diri.

Tidak hanya itu, sentuhan penuh kasih sayang yang diberikan orang tua juga dapat berdampak secara kognitif pada anak. Sambil memeluk dan membelai kepala anak, orang tua dapat memberi masukan mengenai hal-hal baik yang perlu dilakukan olehnya. Masukan-masukan dalam situasi positif semacam itu akan lebih mudah diproses dalam pikirannya.

Semoga bermanfaat 🙂
Please Like and Share!!

Hasil gambar untuk suami cium anak istri

Ketahuilah, Ayah Bunda.. Mencintai Anak-Anak Bukan Berarti Memastikan Mereka Selalu Bahagia dan Memenuhi Segala Keinginannya

Hasil gambar untuk anak bahagia

Kalau setiap orang ditanya apakah mereka mencintai anak-anaknya, pasti jawabannya; iya, dengan sepenuh hati. Orang tua lalu melakukan hal apa yang ia anggap bisa menyenangkan hati anak-anaknya. Kebanyakan orang tua menganggap hal itu adalah tanda cinta mereka pada anak-anaknya. Yaitu dengan memenuhi segala permintaan anak-anak.

Selain itu, orang tua bakalan menjauhkan anak-anaknya dari isak tangis. Dari kesedihan. Dan dari kesusahan. Ya, bisa jadi kebanyakan orang tua seperti itu. Walau sebenarnya sikap tersebut justru bukan bentuk rasa cinta ayah bunda pada anak, tapi justru bisa menjadikan anak tumbuh menjadi anak yang manja, cengeng dan lemah.

Kita harus menyiapkan anak-anak yang tangguh, bukan anak-anak yang bahagia

Ingatkah kita pesan itu? Bahwa kita harus menyiapkan generasi yang lebih kuat dari kita. Kenapa? Karena bisa jadi tantangan di masa mendatang akan lebih berat dari saat ini.

Selama ini kita mungkin berpikir menjadikan anak bahagia bisa menjadikan kehidupan mereka lebih baik. Tapi ternyata itu salah.

Setiap ibu, mungkin, tak pernah segan untuk mengorbankan apa saja demi menghapus air mata anaknya yang masih usia tiga tahun. Dalam diri ibu ada sebuah perasaan “tak tega” melihat anaknya ngamuk, nangis kencang, rewel, hanya demi keinginan sebuah mainan, misalnya.

Perasaan tak tega yang bercampur saking jengkelnya, malu, ataupun pikiran “sudahlah, cuma mainan doang.” Karena memenuhi semua keinginan anak, ternyata tak selamanya adalah tindakan yang tepat.

Tanpa sadar, pengalaman ayah ibu yang “masa kecilnya kurang bahagia” membuat sikap yang justru melemahkan anak

Diakui atau tidak diakui pengalaman di masa kecil akan ikut membentuk kepribadian kita saat dewasa. Apabila kita punya trauma masa kecil, merasa bahwa kehidupan kita di masa lalu tidak bahagia, maka kita cenderung akan menjauhkan anak-anak dari pengalaman yang sama dengan kita.

Padahal, kata Shefali Tsabary, Ph.d seorang pakar parenting, beberapa orang mengira menjadi orang tua yang sadar adalah memanjakan anak dan menuruti semua kemauan mereka supaya mereka puas dan nyaman. Jutsru sebaliknya, pola asuh semacam itu ternyata didasari oleh rasa takut yang berakar pada ketidaksadaran.

Artinya kalau banyak orang tua menuruti semua keinginan anak agar anak puas dan nyaman, itu bukan muncul dari kesadaran orang tua, tapi lebih condong pada aspek alam bawah sadar orang tua itu. Dalam alam bawah sadar, mereka takut anak mereka “tidak nyaman.”

Padahal sudah semestinya orang tua sadar bahwa pola asuh seperti itu justru akan melemahkan anak-anak kita.

“Sebaliknya, orangtua yang sadar tidak akan takut untuk membuat anak merasa tidak nyaman kalau itu dibutuhkan agar mereka bisa berkembang,” katanya seperti tertulis dalam buku The Awakened Family.

“Pendekatan ini agar anak tumbuh menjadi tangguh dan berdaya guna, tidak melulu bahagia dan merasa nyaman.”

Ya, anak yang tangguh. Yang siap menghadapi segala rintangan dan tantangan di masa depannya. Karena anak akan hidup di dunia mendatang, yang kita tidak akan tahu akan seperti apa.

Karena anak yang tangguh bisa menemukan kebahagiaan dalam situasi dan kondisi apa pun

Membiasakan anak untuk mandiri, tidak menuruti semua keinginan anak dan hanya memilihkan untuknya apa yang baik bagi dirinya kini dan kelak di masa depan. Serta memupuk jiwa anak agar tidak kerdil dan punya kekuatan, maka anak kelak akan menemukan kebahagiaan dalam situasi apa pun.

Berikan kesempatan pada anak untuk belajar dan doroang anak untuk mengetahui banyak hal, termasuk mengetahui bahwa setiap ia punya keinginan maka ia bisa mendapatkannya dengan usahanya sendiri.

Orang tua juga mesti bersikap tegas pada anak. Ya, termasuk tegas juga pada dirinya sendiri. Jangan menyerah dengan kemauan anak yang menurut kita tidak baik untuknya. Akibatnya anak menjadi pribadi yang selalu mengamuk, rewel, tantrum, setiap kali keinginannya tidak dipenuhi oleh orang tuanya.

Memang tidak mudah. Saya tahu dan mengalaminya. Ya, benar-benar tidak mudah. Dan selalu ingat, jangan sampai kita salah paham, karena ingin bersikap tegas, eh malah kita memberikan tugas di luar kemampuan anak dengan selalu memukul dan membentak anak.

Mempunyai anak bukanlah garis finish, ia adalah garis start. Yang kita tidak akan pernah tahu dimana garis finishnya, mungkin saat nafas kita sudah berhenti. Mendidik anak tak akan berhenti hanya saat ia sudah besar. Tidak. Sampai usia anak dewasa pun kita masih harus mendidiknya, tentu dengan cara yang berbeda.

Maka mumpung anak masih kecil, kita didik ia agar kelak ia menjadi anak yang tangguh. Yang kuat jiwa dan imannya.

©2019 Madu Gizidat. Beautiful Creation by Geraima